Padang, Javanusa—Pembangunan infrastruktur lingkungan di Kota Padang menunjukkan capaian positif sepanjang 2025.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang mencatat pembangunan jalan lingkungan dan drainase melampaui target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan pembangunan tersebut menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman.
Pada 2025, Perkim menargetkan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 14 kilometer. Realisasinya mencapai 15,13 kilometer atau melebihi target yang telah ditetapkan.
“Untuk tahun 2025, target pembangunan jalan lingkungan adalah 14 kilometer dan terealisasi 15,13 kilometer. Artinya, realisasi tersebut melebihi target yang telah ditetapkan,” ujar Tri.
Pembangunan Drainase Juga Lampaui Target
Capaian serupa terlihat pada pembangunan saluran drainase. Dari target sepanjang 2 kilometer, Perkim berhasil merealisasikan pembangunan hingga 5,505 kilometer.
Selain membangun saluran baru, Perkim juga melakukan pemeliharaan drainase lingkungan. Target pemeliharaan pada 2025 mencapai 0,4 kilometer dan realisasinya menjadi 0,55 kilometer.
Tri menjelaskan, penanganan tersebut umumnya menyasar saluran drainase lingkungan dengan lebar kurang dari 60 sentimeter.
Target Jalan Lingkungan dan Drainase 2026
Memasuki 2026, Dinas Perkim Kota Padang kembali menjalankan sejumlah program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur permukiman.
Untuk jalan lingkungan, Perkim menetapkan target pembangunan sepanjang 17,8 kilometer. Pemerintah juga menargetkan pemeliharaan jalan sepanjang 5,3 kilometer.
Sementara untuk drainase, pembangunan saluran baru ditargetkan mencapai 1 kilometer. Adapun pemeliharaan drainase memiliki target sepanjang 2,1 kilometer.
“Kegiatan tahun 2026 masih berlangsung. Untuk jalan lingkungan, target pembangunan 17,8 kilometer dan pemeliharaan 5,3 kilometer. Sedangkan drainase, pembangunan baru ditargetkan 1 kilometer dan pemeliharaan 2,1 kilometer,” jelasnya.
Kondisi Jalan dan Drainase di Kota Padang
Perkim juga memetakan kondisi infrastruktur jalan lingkungan dan drainase yang berada dalam kewenangannya.
Sekitar 76 persen jalan lingkungan berada dalam kondisi baik. Sebanyak 3 persen masuk kategori rusak ringan, sedangkan 21 persen lainnya mengalami rusak berat.
Kondisi drainase menunjukkan komposisi berbeda. Sebanyak 59 persen saluran berada dalam kondisi baik, 22 persen rusak ringan, dan 19 persen mengalami rusak berat.
Menurut Tri, perkembangan kawasan permukiman turut memengaruhi kebutuhan pembangunan infrastruktur lingkungan di Kota Padang.
Pertumbuhan permukiman baru membuat kebutuhan terhadap jalan lingkungan dan saluran drainase ikut meningkat. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas serta kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Jalan dan drainase di kawasan permukiman terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman baru. Permukiman yang baru dibangun pada umumnya membutuhkan penanganan terhadap jalan dan drainase lingkungannya,” pungkasnya.
Ke depan, Dinas Perkim Kota Padang akan melanjutkan pembangunan dan pemeliharaan berdasarkan target program. Pelaksanaannya juga menyesuaikan kondisi serta kebutuhan infrastruktur di masing-masing kawasan permukiman. (*)






