Larut dalam Doa dan Air Mata, Jemaah Haji Kloter 14 Padang Bersiap Ketuk Pintu Langit di Arafah

Penulis -

Senin, 25 Mei 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan jemaah haji Kloter 14 Embarkasi Padang saat mengikuti bimbingan rohani menjelang keberangkatan ke Padang Arafah. (Foto: Humas Kemenhaj Sumbar)

Ratusan jemaah haji Kloter 14 Embarkasi Padang saat mengikuti bimbingan rohani menjelang keberangkatan ke Padang Arafah. (Foto: Humas Kemenhaj Sumbar)

Makkah, Javanusa—Suasana haru tak terbendung di salah satu hotel kawasan Aziziyah, Makkah. Ratusan jemaah haji Kloter 14 Embarkasi Padang larut dalam doa dan air mata saat mengikuti bimbingan rohani menjelang keberangkatan ke Padang Arafah.

Fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) sudah di depan mata. Karena itu, para jemaah menyiapkan diri secara batin dengan sangat emosional. Bagi mereka, momen ini menjadi puncak perjalanan spiritual seumur hidup.

Di sudut ruangan, sebagian jemaah melipat kain ihram. Sebagian lainnya menggenggam buku doa kecil sambil melantunkan zikir dengan suara lirih.

Ada juga yang menatap kosong sambil menahan haru. Mereka membayangkan perjalanan menuju Arafah bersama jutaan umat dari seluruh dunia.

Armuzna Sebagai Puncak Perjalanan Spiritual

“Armuzna bukan sekadar perjalanan fisik. Di sanalah kita mengetuk pintu langit,” ujar Pembimbing Ibadah Kloter 14, Tri Andriani Djusair, Minggu (24/5).

Ucapan itu langsung menciptakan suasana hening di ruangan. Para jemaah menatap ke depan dengan khusyuk. Sebagian mengusap air mata yang jatuh tanpa disadari.

Bagi jemaah, Arafah bukan hanya titik perjalanan haji. Arafah menjadi tempat manusia membawa penyesalan, dosa, harapan, dan doa terbaik.

Di sana, jutaan jemaah berdiri dengan pakaian seragam. Mereka tanpa gelar, tanpa jabatan, dan tanpa perbedaan status sosial.

Wukuf di Arafah dan Kesetaraan Manusia

Pembimbing Ibadah Kloter 14, Tri Andriani Djusair menegaskan wukuf di Arafah menjadi momentum paling sakral. Semua manusia berdiri setara di hadapan Allah SWT.

“Di Padang Arafah nanti, jutaan manusia berkumpul dengan pakaian yang sama. Memohon ampun dengan air mata penyesalan, mengetuk pintu langit dengan doa terbaik,” ujar Tri Andriani dengan suara bergetar.

Penyucian Hati Sebelum Niat Haji

Sebelum bus maktab menjemput, jemaah mematangkan persiapan. Mereka tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga penyucian batin.

Baca Juga :  Wujudkan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Gubernur Sumbar Bentuk Tim Lintas OPD

Jemaah menjalankan sunnah ihram seperti memotong kuku dan mandi sunnah. Namun, fokus utama malam itu tetap pada kebersihan hati.

Mereka melafazkan istighfar secara berjamaah. Setelah itu, syahadat, selawat, dan zikir menggema di ruangan. Langkah ini bertujuan agar dosa masa lalu tidak menghalangi doa yang dipanjatkan di Arafah.

“Bersihkan hati sebelum melafazkan niat. Jangan hanya tubuh yang bersih, tetapi hati juga harus lapang dan ikhlas,” pesan Tri Andriani.

Edukasi Ibadah dan Ketentuan Ihram

Bimbingan juga memberikan edukasi bagi jemaah perempuan yang sedang uzur syar’i atau haid. Tri Andriani menegaskan kondisi itu tidak mengurangi pahala haji.

“Mereka tetap bisa berniat dari hotel, dengan batasan tidak melaksanakan salat dan thawaf. Larangan Ihram Mulai Berlaku,” ujarnya.

Saat lafaz “Labbaikallahumma labbaik” menggema, suasana berubah khusyuk. Momen itu menandai dimulainya larangan ihram.

Jemaah diminta menjaga lisan dari perkataan kotor (rafath). Mereka juga harus menjauhi maksiat (fusuq) dan menghindari pertengkaran (jidal).

Petugas mengingatkan jemaah agar saling menjaga, terutama bagi jemaah lansia.

Dengan persiapan yang matang, Jemaah haji Kloter 14 Embarkasi Padang siap melangkah menuju Arafah. Mereka membawa doa dan harapan terbaik menuju puncak ibadah haji. (*/red)

Berita Terkait

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta
Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB