Jakarta, Javanusa—Enam bulan pasca banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan sektor pendidikan. Langkah ini memastikan kegiatan belajar tetap berjalan di seluruh wilayah terdampak.
Hingga Mei 2026, sebanyak 4.820 dari 4.922 sekolah terdampak telah kembali menjalankan pembelajaran penuh. Sementara itu, sebagian sekolah masih belajar di kelas darurat, tenda, atau menumpang di sekolah lain.
Terkait rehabilitasi dan rekonstruksi, per 12 Mei 2026 Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 3.084 sekolah. Total anggaran program ini mencapai lebih dari Rp2,9 triliun.
Pelaksanaan dilakukan secara swakelola oleh 2.817 sekolah. Selain itu, 267 sekolah rusak berat direlokasi melalui kerja sama dengan TNI AD dengan anggaran lebih dari Rp446 miliar.
Sebaran bantuan meliputi 2.085 sekolah di Aceh, 332 sekolah di Sumatera Barat, dan 667 sekolah di Sumatera Utara.
Sebanyak 2.861 sekolah juga telah menerima pencairan tahap pertama sebesar 70 persen dengan total lebih dari Rp1,9 triliun.
Bantuan GTK Terdampak Bencana
Bantuan khusus guru dan tenaga kependidikan (GTK) telah diterima 53.215 orang. Total anggaran mencapai lebih dari Rp286 miliar untuk tiga bulan sebesar Rp2 juta per orang per bulan.
Selain itu, tunjangan guru tetap disalurkan tanpa syarat beban mengajar normal. Total dana tunjangan yang telah diberikan mencapai Rp508,9 miliar.
Penyaluran BOSP untuk Ribuan Sekolah
Kemendikdasmen memastikan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tetap berjalan. Hingga saat ini, lebih dari 29 ribu satuan pendidikan di daerah terdampak telah menerima bantuan.
Total nilai penyaluran mencapai Rp1,98 triliun. Kemendikdasmen juga memberikan fleksibilitas syarat dan penggunaan anggaran sesuai kebutuhan sekolah.
“Pada pekan kedua dan ketiga Mei 2026, kami akan menyelesaikan pencairan kepada 223 satuan pendidikan dengan dana bantuan Rp83,3 miliar. Dan juga menyalurkan bantuan operasional pada masa transisi darurat menuju pemulihan dengan dana bantuan Rp17 miliar. Seluruh bantuan ini bertujuan untuk mendukung keberlangsungan layanan pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan di tengah proses pemulihan pascabencana,” ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Sabtu (16/5).
Relokasi Sekolah dan Penguatan Pendampingan
Kemendikdasmen juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah terkait penyediaan lahan bagi 65 sekolah yang perlu relokasi. Langkah ini untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan.
Selain itu, proses verifikasi bantuan untuk 6.055 guru terus berjalan dengan total anggaran Rp36,3 miliar.
Kemendikdasmen juga melaksanakan pelatihan dukungan psikososial dan monitoring kehadiran siswa serta guru di tiga provinsi terdampak.
“Pendampingan praktik baik dan penerapan model pembelajaran darurat juga terus dilakukan bagi sekolah-sekolah terdampak bencana di tiga daerah tersebut guna memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung secara optimal,” pungkas Abdul Mu’ti. (*/red)






