Javanusa.com—Lem gigi palsu dapat membantu menjaga gigi tiruan tetap stabil saat digunakan untuk makan maupun berbicara. Namun, pemilihan dan pemakaiannya perlu dilakukan dengan tepat agar tidak mengganggu kesehatan gusi.
Gigi palsu atau gigi tiruan menjadi pilihan bagi orang yang kehilangan gigi akibat usia, penyakit gusi, maupun cedera. Selain mengembalikan penampilan, gigi tiruan juga membantu pengguna menjalankan fungsi mengunyah dan berbicara.
Meski begitu, sebagian pengguna masih merasa khawatir gigi tiruan akan bergeser atau terlepas ketika beraktivitas. Perekat gigi palsu kemudian menjadi salah satu produk yang dapat memberikan tambahan stabilitas.
Penggunaan lem secara berlebihan atau pemilihan produk yang tidak sesuai justru dapat menimbulkan masalah. Karena itu, pengguna perlu memahami jenis perekat, kandungannya, serta cara mengaplikasikannya.
Pilih Lem Gigi Palsu Sesuai Kebutuhan
Dikutip dari Halodoc, perekat gigi palsu tersedia dalam beberapa bentuk, seperti krim, bubuk, dan strip atau pad. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda sehingga pengguna dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Lem berbentuk krim umumnya menawarkan daya rekat yang kuat dan dapat membantu menjaga gigi tiruan tetap stabil sepanjang hari. Sementara itu, bubuk dan strip cenderung lebih praktis saat digunakan.
Selain bentuknya, kandungan produk juga perlu menjadi pertimbangan. Pengguna yang membutuhkan perekat untuk pemakaian jangka panjang sebaiknya mempertimbangkan produk dengan label zinc-free.
Asupan seng dalam jumlah berlebihan dari penggunaan perekat tertentu berpotensi menimbulkan efek sistemik. Kondisi tersebut antara lain dapat berkaitan dengan gangguan saraf dan rasa kebas pada bagian tubuh tertentu.
Pengguna juga dapat memilih produk tanpa rasa atau unflavored. Formula tersebut membantu mempertahankan cita rasa makanan sekaligus mengurangi potensi iritasi bagi pemilik gusi sensitif.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah legalitas produk. Pastikan lem gigi palsu memiliki izin edar resmi dari BPOM atau kementerian kesehatan sebelum menggunakannya.
Untuk menentukan pilihan yang paling sesuai, pengguna sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi. Dokter dapat mengevaluasi kondisi gusi serta kesesuaian perekat dengan jenis dan bentuk gigi tiruan.
Jangan Menggunakan Lem Gigi Palsu Terlalu Banyak
Tak sedikit pengguna menganggap penggunaan lem dalam jumlah besar akan membuat gigi palsu semakin kuat. Anggapan tersebut justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Perekat yang terlalu banyak dapat memengaruhi keselarasan gigitan atau oklusi rahang. Akibatnya, posisi gigi tiruan bisa terasa tidak nyaman ketika digunakan.
Gunakan perekat secukupnya sesuai petunjuk pada kemasan. Secara umum, pengguna dapat mengoleskan perekat dengan jumlah kira-kira sebesar biji kacang polong atau membuat beberapa garis pendek pada area yang diperlukan.
Gigi Palsu Longgar Perlu Diperiksa
Lem gigi palsu hanya berfungsi sebagai pendukung stabilitas. Produk tersebut bukan solusi utama untuk gigi tiruan yang sudah terlalu longgar akibat perubahan atau penyusutan jaringan rahang.
Jika perekat tidak lagi mampu mempertahankan posisi gigi tiruan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian. Pengguna juga perlu memeriksakan diri apabila harus mengoleskan lem berkali-kali dalam sehari.
Dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan apakah gigi tiruan membutuhkan penyesuaian. Salah satu tindakan yang mungkin diperlukan adalah relining, yaitu penyesuaian kembali bentuk basis akrilik agar sesuai dengan kondisi anatomi gusi.
Dengan demikian, penggunaan lem gigi palsu sebaiknya tidak hanya berorientasi pada daya rekat. Kenyamanan, kondisi jaringan mulut, keamanan kandungan, serta kecocokan gigi tiruan juga perlu menjadi pertimbangan utama. (*)






