Pessel, Javanusa—Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni, menyalurkan seribu paket makanan siap saji kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Kamis (27/11/2026 ) malam.
Bantuan darurat itu diberikan sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang aksesnya terputus akibat tingginya genangan air.
Lisda menjelaskan bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang terisolasi dan kesulitan memperoleh pangan.
‘Kami ingin memastikan masyarakat yang paling terdampak tetap bisa makan dan tidak merasa ditinggalkan,” ujarnya.
Bantuan didistribusikan ketiga kecamatan yang mengalami dampak paling parah, yakni Koto XI Tarusan, Bayang, dan Kecamatan IV Jurai.
Ketiga kecamatan itu hingga saat itu dikatakannya belum mendapatkan layanan dapur umum dari pemerintah daerah.
Lisda turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi sekaligus mendengar keluhan masyarakat.
Menurutnya, informasi langsung dari warga sangat diperlukan agar penanganan dapat lebih tepat sasaran.
“Kami harus tahu persis apa yang dibutuhkan di lapangan agar bantuan bisa tepat sasaran,” katanya.
Banjir di sejumlah titik Pesisir Selatan diketahui telah mengganggu aktivitas harian warga serta memutus beberapa akses jalan utama.
Akibatnya, proses pengiriman logistik menjadi terhambat, terutama ke wilayah yang masih tergenang cukup tinggi.
Dalam kunjungannya, Lisda menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa masyarakat Sumatera Barat.
“Hati saya ikut tergerak melihat kondisi ini. Semoga warga diberi kekuatan menghadapi ujian ini,” tuturnya.
Penyaluran bantuan tersebut juga turut didampingi camat serta wali nagari setempat.
Kehadiran perangkat pemerintahan diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Lisda menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam upaya penanganan banjir.
Ia berharap bantuan tambahan dapat segera disalurkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Sejumlah warga penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan adanya makanan siap saji tersebut.
Mereka berharap distribusi dapat terus dilakukan hingga kondisi kembali normal.
“Saat ini makanan yang paling dibutuhkan, karena kami belum bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” kata salah seorang warga.
Menutup kegiatannya, Lisda mengapresiasi kerja sama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi bencana ini.
Menurutnya, solidaritas bersama menjadi kunci percepatan pemulihan di wilayah terdampak. (sus)






