LKAAM dan Gebu Minang Sumbar Siapkan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT

Penulis -

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri kegiatan memasak rendang untuk korban gempa bumi NTT yang digelar oleh LKAAM bersama Gebu Minang Sumbar di Kantor LKAAM, Senin (17/8/2026). (Foto: Pemko Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri kegiatan memasak rendang untuk korban gempa bumi NTT yang digelar oleh LKAAM bersama Gebu Minang Sumbar di Kantor LKAAM, Senin (17/8/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Gebu Minang Sumbar menyiapkan 5 ton rendang untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan pangan tersebut mulai disiapkan melalui aksi memasak rendang di Kantor LKAAM Sumbar, Senin (17/8/2026).

Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Fadly meminta LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar memanfaatkan Sentra Rendang Kota Padang untuk mempercepat penyediaan bantuan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Padang siap mendukung upaya tersebut agar target 5 ton rendang segera terpenuhi.

Fadly menilai gerakan itu mencerminkan semangat kepedulian dan gotong royong masyarakat Minangkabau saat menghadapi bencana.

“Musibah dapat terjadi di mana dan kapan saja. Karena itu, kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata,” kata Fadly.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar dalam membantu masyarakat NTT.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.

Ajak Masyarakat Sumbar Bergerak

Fadly turut mengajak berbagai pihak di Sumatera Barat untuk mendukung gerakan kemanusiaan tersebut.

Ia mengingat kembali bantuan dari berbagai daerah saat Kota Padang menghadapi gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025.

“Kami juga mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu,” katanya.

“Karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan bantuan,” lanjut Fadly.

Baca Juga :  Sejarah Letusan Krakatau 1883 dan Gunung Anak Krakatau yang Kembali Erupsi

Menurutnya, masyarakat perlu menerima bencana sebagai cobaan sekaligus berupaya membantu mereka yang terdampak.

“Ketika bencana terjadi, tentu kita harus mengikhlaskan bahwa ini adalah sebuah cobaan. Setelah itu, kita harus bekerja keras dan berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Inilah esensi dari pertemuan kita pada hari ini,” ujarnya.

Sebanyak 700 Kilogram Rendang Sudah Dikirim

Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, pihaknya telah mengirim 700 kilogram rendang melalui penerbangan TNI Angkatan Udara.

Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.

Fauzi menjelaskan, LKAAM dan Gebu Minang menargetkan pengiriman bantuan hingga mencapai 5 ton rendang secara bertahap.

“Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” kata Fauzi.

Ia menyebut bantuan tersebut lahir dari gotong royong berbagai unsur masyarakat Minangkabau.

Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), dan Gebu Minang Peduli turut berkontribusi dalam pengumpulan bantuan.

Rendang Dipilih karena Praktis untuk Bantuan Bencana

Fauzi mengatakan rendang menjadi pilihan karena memiliki karakteristik yang sesuai untuk kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

“Kita memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap korban bencana di NTT.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat, dan menjadi bagian dari kepedulian masyarakat Minangkabau untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” kata Fauzi.

Kegiatan memasak rendang di Kantor LKAAM Sumbar tersebut turut diikuti pengurus LKAAM Sumbar, Gebu Minang Sumbar, Bundo Kanduang, serta Hipermi. (*)

Baca Juga :  Banjir Bandang Lumpuhkan PLTMH Ngalau Gadang Pessel, Warga Butuh Rp250 Juta untuk Perbaikan

Berita Terkait

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru