Padang Panjang, Javanusa—Jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi di kawasan Lembah Anai kembali beroperasi normal.
Kendaraan dari kedua arah sudah dapat melintas sejak Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB setelah proses pembersihan material longsor selesai dilakukan.
Sebelumnya, ruas jalan di KM 66.700 Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, sempat lumpuh total akibat longsor yang menutup seluruh badan jalan pada Rabu (24/6/2026) siang. Kondisi tersebut membuat arus transportasi antara Padang dan Bukittinggi terhenti selama beberapa jam.
Polisi Minta Pengendara Tetap Waspada
Kasatlantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, memastikan arus lalu lintas pada Kamis pagi berlangsung aman dan lancar.
Meski demikian, personel kepolisian masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat cuaca.
“Masyarakat diminta tetap berhati-hati karena cuaca di lokasi kurang bersahabat atau masih mendung. Mudah-mudahan tidak ada lagi hujan deras yang memicu longsor susulan,” ujar AKP Pifzen Finot, Kamis (25/6/2026) pagi.
Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kawasan Lembah Anai masih berpotensi mengalami hujan yang dapat memicu pergerakan tanah.
Pembersihan Longsor Libatkan Tim Gabungan
Pembukaan kembali jalur tersebut merupakan hasil kerja tim gabungan yang melakukan pembersihan material tanah dan bebatuan sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari.
Operasi penanganan longsor melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Polres Padang Panjang, Satbrimob, Kodim, serta BPBD Kota Padang Panjang. Seluruh unsur bekerja secara terpadu agar akses transportasi dapat segera dipulihkan.
Longsor Dipicu Hujan Deras
Peristiwa longsor terjadi pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 13.38 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan Lembah Anai.
Material tanah dan batu menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Demi menjaga keselamatan pengguna jalan, Satlantas Polres Padang Panjang sempat menutup total akses di lokasi dan mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif Malalak serta Sitinjau Lauik.
Petugas terus mempercepat proses pembersihan hingga Rabu malam. Setelah seluruh material berhasil disingkirkan dan kondisi jalan dinyatakan aman, jalur Padang-Bukittinggi akhirnya kembali dibuka untuk lalu lintas dari kedua arah pada Kamis dini hari. (*/red)






