LPS Kota Padang Sudah Layani 72% Warga, Pemko Siapkan TPS3R di Wilayah Perbatasan

Penulis -

Jumat, 18 April 2025 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdako Padang Andree Algamar memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait evaluasi layanan LPS di Ruang Sekdako pada Kamis (17/4/2025). (Foto: FB Diskominfo Padang)

Sekdako Padang Andree Algamar memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait evaluasi layanan LPS di Ruang Sekdako pada Kamis (17/4/2025). (Foto: FB Diskominfo Padang)

Layanan LPS Sudah Capai 72 Persen

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus melakukan evaluasi terhadap kinerja Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS). Hingga pertengahan April 2025, layanan LPS telah menjangkau 72 persen warga Kota Padang.

Dari 104 kelurahan yang ada, LPS telah terbentuk di 99 kelurahan. Sementara itu, lima kelurahan di wilayah perbatasan seperti Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, tengah disiapkan sistem pengelolaan sampah khusus melalui pembangunan TPS3R tanpa melalui Tempat Penampungan Sementara (TPS) umum.

Data ini terungkap dalam rapat koordinasi lintas sektor terkait evaluasi layanan LPS dan penerapan retribusi pelayanan kebersihan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2024. Rapat berlangsung di Ruang Sekretaris Daerah Kota Padang pada Kamis (17/4/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Andree Harmadi Algamar, dan dihadiri oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perumda Air Minum Kota Padang, sejumlah OPD terkait, para camat, serta lurah.

Dalam sambutannya, Andree menegaskan komitmen Pemko Padang untuk menyukseskan program LPS sebagai langkah konkret menuju pengelolaan sampah yang bersih, terstruktur, dan berkelanjutan.

“Kami berkolaborasi dengan Perumda Air Minum dalam pengembangan LPS. Ini adalah kerja besar yang akan menjadi kebanggaan Kota Padang sebagai pionir. Mulai dari sumber sampah hingga ke TPA, semuanya sudah berjalan. Dengan LPS, kita ingin menjadikan Padang sebagai kota percontohan dalam pengelolaan sampah,” ujar Andree.

Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi yang masif melalui peran aktif lurah dan camat, agar masyarakat memahami sistem LPS dan mendukung penerapan retribusi sesuai Perda terbaru.

“Kendala pasti ada, tapi yang terpenting adalah komunikasi. Semua masalah akan kita cari solusinya satu per satu,” tambahnya.
Kendala dan Solusi Pengelolaan Sampah

Sementara itu, Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, menjelaskan saat ini cakupan layanan LPS sudah mencapai 72 persen dari total warga kota. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan.

Baca Juga :  44 Sekolah di Padang Ikuti Penilaian Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah

“Kendala utama ada pada frekuensi pengambilan sampah yang belum optimal. Ini disebabkan oleh keterbatasan armada pengangkut dan kedisiplinan petugas. Insya Allah kita akan tambah armada dan meningkatkan kedisiplinan petugas,” ujarnya.

Fadelan juga menegaskan peran serta masyarakat sangat penting untuk mendukung kelancaran layanan LPS. Selain bertugas mengumpulkan sampah, petugas LPS juga diberi tanggung jawab untuk memungut retribusi dari warga yang menerima layanan tersebut.

Skema pemungutan retribusi disesuaikan dengan status pelanggan Perumda Air Minum. Warga yang bukan pelanggan PDAM akan diminta membayar retribusi langsung melalui petugas LPS. Sedangkan bagi pelanggan PDAM, retribusi akan ditagihkan bersamaan dengan pembayaran air.

“Kami juga memberikan pembebasan tarif retribusi untuk rumah kosong yang masih memiliki sambungan PDAM,” jelasnya.

Sebagai upaya pelayanan yang lebih baik, Pemko Padang telah menempatkan petugas LPS di loket pembayaran tagihan air PDAM.

Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau mengalami kendala terkait layanan LPS dapat mengunjungi loket tersebut atau menghubungi layanan pengaduan melalui WhatsApp di nomor 0811-6618-603. (*/red)

  • LPS Kota Padang

Berita Terkait

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru