Diharapkan hasil riset ini dapat berkontribusi dalam bidang ilmu kimia anorganik mengenai sumber pengetahuan tentang senyawa nano kalsium dari limbah tulang ayam yang akan menjadi smart material di masa mendatang.
“Nano kalsium digunakan sebagai antidotum lebih efektif dari yang berbentuk mikro karena ukurannya yang lebih kecil sehingga lebih mudah terabsorbsi,” jelasnya.
Proses pembuatan antidotum ini, mendapatkan dana dari Program Kreativitas Mahasiswa dengan skema Riset Eksata (PKM–RE) tahun 2023.
PKM-RE ini merupakan salah satu program dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mewadahi kreativitas dari seluruh mahasiswa Indonesia. (*)
Sumber Berita : unand.ac.id






