Mahyeldi Minta Pokir DPRD Sumbar Fokus pada Kewenangan Provinsi

Penulis -

Selasa, 15 September 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumbar di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Senin (14/9/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumbar di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Senin (14/9/2026). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta seluruh usulan anggaran dalam RAPBD 2027, termasuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, benar-benar sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Sumbar.

Mahyeldi menyampaikan hal itu di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas. Menurutnya, pemerintah dan DPRD perlu memastikan anggaran hanya membiayai program yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi setelah menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumbar di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Senin (14/9/2026). Rapat itu membahas pandangan umum fraksi terhadap RAPBD Sumbar 2027.

Mahyeldi mengapresiasi pandangan fraksi DPRD Sumbar dalam rapat tersebut. Ia menilai masukan agar anggaran lebih fokus pada urusan provinsi sangat relevan dengan kondisi fiskal saat ini.

“Kami sangat sepakat dengan itu. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus konsen dengan kewenangan-kewenangan provinsi,” kata Mahyeldi.

Ia menjelaskan, keterbatasan fiskal membuat pemerintah harus semakin selektif dalam menyusun belanja daerah. Setiap alokasi anggaran harus memiliki sasaran yang jelas dan sesuai dengan tanggung jawab pemerintahan.

“Apalagi saat sekarang ini fiskal kita sangat terbatas. Maka, kita harapkan teman-teman di DPRD juga harus sejalan dengan ini,” ujarnya.

Pokir DPRD Harus Sesuai Kewenangan

Mahyeldi menekankan, prinsip tersebut juga berlaku dalam pembahasan pokir DPRD. Ia meminta setiap usulan yang masuk dalam RAPBD 2027 memiliki hubungan langsung dengan urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Langkah itu penting agar program yang masuk dalam APBD memiliki dasar kewenangan yang jelas. Pemerintah juga dapat menjalankannya secara optimal setelah anggaran ditetapkan.

“Jangan sampai kita menyampaikan bahwa kita harus fokus pada kewenangan provinsi, tetapi ketika pembahasan anggaran berlangsung justru ada usulan yang tidak sesuai dengan kewenangan tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Mendagri Dorong Kepala Daerah Manfaatkan Program Nasional 300 Ribu Jembatan Gantung

Menurut Mahyeldi, keselarasan antara eksekutif dan legislatif perlu terjaga sejak tahap perencanaan hingga pembahasan akhir RAPBD. Karena itu, pembahasan pokir juga harus mengikuti prinsip yang sama.

TAPD Diminta Verifikasi Setiap Usulan

Untuk menjaga kesesuaian tersebut, Mahyeldi telah mengarahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan penyesuaian dan verifikasi terhadap usulan yang masuk.

Pemeriksaan itu bertujuan memastikan setiap pokir memiliki dasar kewenangan yang sesuai dengan tingkat pemerintahan provinsi.

“Saya sudah tegaskan kepada TAPD, ketika ada yang tidak sesuai dengan kewenangan, maka pokirnya tidak akan bisa dijalankan,” tegasnya.

Mahyeldi berharap Pemprov Sumbar dan DPRD mempertahankan kesepahaman selama proses pembahasan RAPBD 2027. Menurutnya, keterbatasan fiskal justru harus mendorong kedua pihak memperkuat koordinasi.

Dengan anggaran yang lebih terarah pada kewenangan provinsi dan prioritas pembangunan, Mahyeldi berharap APBD 2027 mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya efektivitas dalam pelaksanaan program. Dengan begitu, anggaran daerah dapat digunakan secara optimal untuk memenuhi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB