Mahyeldi: Sumatera Bersatu, Ekonomi Kuat untuk Dorong Indonesia Maju

Penulis -

Jumat, 11 September 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026). (Foto: ADPSB)

Medan, Javanusa—Sumatera memiliki modal kuat untuk meningkatkan daya saing ekonomi di kawasan ASEAN.

Pulau ini memiliki basis produksi, pasar yang besar, sumber daya alam, jaringan logistik, serta posisi geografis yang dekat dengan Malaysia dan Thailand.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai berbagai keunggulan tersebut perlu terhubung melalui kerja sama antardaerah.

Langkah itu penting agar Sumatera mampu memainkan peran lebih besar dalam perekonomian regional dan global.

Mahyeldi menyampaikan pandangan tersebut setelah mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera. Agenda itu berlangsung dalam rangka Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026).

Menurut Mahyeldi, forum IMT-GT menjadi ruang penting bagi daerah untuk mencari solusi bersama. Setiap daerah juga dapat mengoptimalkan potensi yang mereka miliki melalui kolaborasi.

“Itulah hakikat dari gelaran diskusi dalam Forum IMT-GT ke-32 di Sumatera Utara ini, yakni bagaimana memaksimalkan potensi dan menyelesaikan berbagai tantangan utama masing-masing daerah melalui kerja sama,” ujar Mahyeldi.

Kerja Sama Harus Berdampak bagi Masyarakat

Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi antardaerah dalam menjalankan kerja sama IMT-GT. Ia ingin setiap daerah mengembangkan keunggulannya tanpa mengabaikan kepentingan bersama.

Kerja sama tersebut, kata dia, harus menghasilkan manfaat yang saling menguntungkan. Dampaknya juga perlu terasa dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sumatera bersatu, ekonomi kuat, Indonesia maju. Itu harapan kita dengan adanya Forum IMT-GT ini,” kata Mahyeldi.

Pandangan serupa sebelumnya disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Ia meminta kerja sama IMT-GT tidak berhenti pada forum dialog dan pertemuan antarpemerintah.

Tito mendorong munculnya program serta proyek yang konkret dan terukur. Program tersebut harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Daerah, Tanah Datar–Pekanbaru Matangkan Kerja Sama Strategis dan Tinjau Layanan AMAN 112
Tito Dorong Sister Province dan Sister City

Tito menilai pemerintah pusat dan daerah memegang peran penting dalam menerjemahkan kesepakatan IMT-GT menjadi aksi nyata.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah memperkuat hubungan antardaerah melalui konsep sister city dan sister province. Pola kerja sama tersebut dapat menghubungkan daerah di Indonesia dengan mitra di Malaysia dan Thailand.

Menurut Tito, Sumatera memiliki berbagai modal untuk memperkuat posisi ekonomi kawasan. Selain jumlah penduduk yang besar dan didominasi usia produktif, wilayah ini memiliki kekayaan sumber daya alam dan komoditas unggulan.

Komoditas tersebut antara lain karet, minyak dan gas bumi, emas, serta berbagai produk pertanian dan perkebunan.

Posisi geografis Sumatera turut memberikan keuntungan strategis. Kedekatan dengan Malaysia dan Thailand membuka peluang untuk meningkatkan perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, serta sektor ekonomi lainnya.

IMT-GT Dituntut Mengubah Visi Menjadi Aksi

Tantangan utama, menurut Tito, terletak pada kemampuan pemerintah mengubah berbagai potensi tersebut menjadi kerja sama yang benar-benar berjalan.

“Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Bagaimana kita mengubah visi menjadi kenyataan? Inilah persoalan yang sebenarnya,” ujar Tito.

Karena itu, Tito berharap para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara memanfaatkan IMT-GT untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, kerja sama regional IMT-GT tidak hanya menghasilkan kesepakatan, tetapi juga mendorong manfaat ekonomi yang nyata. (*)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru