Padang, Javanusa—Pemprov Sumbar akan meresmikan pergantian nama Masjid Raya Sumatera Barat menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat.
Peresmian nama baru masjid ini akan dilakukan pada hari Minggu (7/7/2024), bertepatan dengan 1 Muharram 1446 H.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar Al Amin dalam jumpa pers menjelaskan, Masjid Raya Sumatera Barat sejak berdirinya belum pernah diresmikan pemakaian namanya. Karena memang sebutan Masjid Raya hanya sebagai status atau tipe saja.
Menurut Al Amin, ada 5 tipologi masjid sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA). Masjid negara, namanya Istiqlal. Masjid Raya dibangun provinsi, masjid agung milik kabupaten/kota. Contohnya Masjid Agung Nurul Iman di Kota Padang. Kemudian masjid besar di tingkat kecamatan dan masjid jamik di tingkat kelurahan/desa.
“Jadi Masjid Raya Sumatera Barat selama ini belum ada nama. Makanya pada momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H kita meresmikan nama Masjid Raya Sumatera Barat menjadi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat,” ungkap Al Amin.
Penamaan masjid dengan nama tokoh ulama Sumbar tersebut, sebelumnya telah dijajaki oleh Gubernur Sumbar saat itu, Gamawan Fauzi bersama Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar. Namun komunikasi dengan keluarga keturunan Syekh Ahmad Khatib sempat terhenti. Sehingga dilanjutkan kembali pada periode Gubernur Mahyeldi.
“Sebanyak empat orang akan menandatangani prasasti peresmian nama masjid tersebut nantinya. Yaitu Gubernur penggagas Gamawan Fauzi, Ketua MUI Sumbar, Gubernur Mahyeldi sebagai pemberi nama. Dan salah seorang keturunan Syekh Ahmad Khatib, Dr. Fatimah Al Khatib,” kata Al Amin.
Acara peresmian nama masjid tersebut nantinya juga akan mengundang sejumlah pejabat terkait. Yakni mantan Gubernur Irwan Prayitno, perwakilan ormas-ormas Islam.
Ia menambahkan, sebanyak 61 orang cucu cicit keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi saat ini telah hadir di Kota Padang hingga 10 hari ke depan dengan berbagai rangkaian kegiatan. (*/jn01)






