Goa ini dilengkapi bebatuan dengan kisaran luasan 500 meter persegi. Tidak jauh dari pintu masuk, di atas langit-langit goa dengan ketinggian sekitar empat meter bergelantungan kelelawar.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani memberanikan diri berdiri di atas susunan bebatuan yang terlihat seperti tetesan lilin. Bergelombang, berkilauan, ada yang berwarna hijau dan kuning.
Bermodalkan penerangan telepon genggam, stalagmit dan stalagtit bebatuan di dalam goa itu terlihat menawan bak berlian.
Yudi mengatakan dalam pengembangan goa ini, PT Semen Padang bersedia membantu dengan anggaran Rp200 juta, untuk mempercantik ornamen goa.
“Tidak hanya itu, PT Semen Padang bahkan berkomitmen membantu akses jalan untuk menuju goa ini,” tuturnya.
Sejumlah ornamen khas goa yakni stalagmit dan stalagtit tersebar di beberapa sudut goa dengan beraneka macam bentuk yang indah. Ini menambah keindahan Goa Kalelawar Padayo dan layak dijadikan sebagai tempat favorit menghabiskan libur akhir pekan sembari berswafoto.
Yudi berharap goa ini dapat menjadi destinasi baru yang diminati dan digemari berbagai kalangan wisatawan. (*/jn01)
Halaman : 1 2






