Menhut Raja Antoni Cabut Izin 5 Perusahaan Terkait Karhutla, Total Konsesi 92.464 Hektare

Penulis -

Selasa, 22 September 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhut Raja Antoni. (Foto: Kemenhut)

Menhut Raja Antoni. (Foto: Kemenhut)

Kalteng, Javanusa—Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mencabut izin usaha lima perusahaan yang terkait dengan penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kelima perusahaan tersebut tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Total luas konsesi yang terdampak pencabutan izin mencapai 92.464 hektare.

Raja Antoni menyampaikan keputusan tersebut saat berada di Kalimantan Tengah, Senin (21/9/2026). Ia mengatakan langkah itu merupakan bagian dari arahan Presiden untuk menegakkan hukum tanpa membedakan pihak yang terlibat.

“Ini bagian dari perintah Bapak Presiden ya, penegakan hukum yang tidak pandang bulu, tidak hanya kepada yang kecil, tidak hanya tajam pada yang kecil, tapi juga tajam ke atas,” ujar Raja Antoni.

Lima perusahaan kehilangan izin

Perusahaan pertama yang izinnya dicabut ialah PT Wana Lestari Jaya. Perusahaan ini memiliki konsesi di Sanggau dan Sekadau, Kalimantan Barat, dengan luas sekitar 29.140 hektare.

Selanjutnya, pemerintah mencabut izin PT Prima Multi Buana yang beroperasi di Banjar, Kalimantan Selatan. Perusahaan tersebut memiliki konsesi seluas 11.882 hektare.

Di Kalimantan Tengah, pencabutan izin menyasar tiga perusahaan. PT Pancaran Wana Nusa memiliki konsesi 3.812 hektare di Lamandau.

Kemudian, PT Grace Putri Perdana memiliki konsesi seluas 28.990 hektare yang mencakup Lamandau, Sukamara, dan Ketapang. Pemerintah juga mencabut izin PT Babugus Wahana Lestari dengan konsesi seluas 18.640 hektare di Kapuas. Jika dijumlahkan, kelima perusahaan tersebut menguasai konsesi seluas 92.464 hektare.

Area terbakar mencapai 1.169,13 hektare

Data yang dipaparkan Menhut juga mencatat area terbakar pada konsesi kelima perusahaan tersebut. PT Wana Lestari Jaya mencatat area terbakar 47,84 hektare.

Sementara itu, area terbakar PT Prima Multi Buana mencapai 18,20 hektare. PT Pancaran Wana Nusa mencatat 497 hektare.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Minta Kemenhut Tutup Akses SIPUHH PHAT Syamsir Dahlan, Novermal Yuska: Harus Ditindak Tegas

Untuk PT Grace Putri Perdana, area terbakar mencapai 374,99 hektare. Adapun PT Babugus Wahana Lestari mencatat area terbakar seluas 231,10 hektare.

Secara keseluruhan, luas area yang terbakar pada lima konsesi tersebut mencapai 1.169,13 hektare.

Menhut tegaskan kewajiban pemegang konsesi

Raja Antoni menjelaskan pencabutan izin berkaitan dengan pelanggaran kewajiban perusahaan dalam mengelola kawasan konsesi.

Menurut dia, pemegang konsesi atau Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) memiliki tanggung jawab untuk menjaga kawasan. Mereka juga wajib memenuhi seluruh ketentuan yang melekat pada izin usaha.

“Namun sekali lagi karena mereka mengabaikan, tidak peduli dengan hal itu, maka hari ini lima tersebut saya cabut,” katanya.

Diharapkan menjadi efek jera

Pemerintah berharap pencabutan izin perusahaan terkait karhutla tersebut dapat mencegah kejadian serupa di kawasan lain.

Raja Antoni secara khusus meminta perusahaan yang berada di bawah Kementerian Kehutanan tidak melakukan pembakaran ataupun membiarkan kebakaran terjadi di wilayah konsesinya.

“Oleh karena itu, sekali lagi berharap ini juga menjadi efek jera terhadap seluruh perusahaan yang lain yang berada di bawah Kementerian Kehutanan agar tidak melakukan pembakaran, pembiaran,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB