Menkes: Penyakit Kusta Bukan Kutukan dan Bisa Disembuhkan

Penulis -

Minggu, 27 Juli 2025 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau penguatan program eliminasi kusta di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7/2025). (Foto: Kemenkes)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau penguatan program eliminasi kusta di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7/2025). (Foto: Kemenkes)

Bekasi, Javanusa—Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan penyakit kusta bukan kutukan. Melainkan kondisi medis yang dapat disembuhkan sepenuhnya.

Namun, karena stigma sosial yang kuat, banyak penderita memilih menyembunyikan penyakitnya daripada mencari bantuan medis.

“Kusta itu bisa disembuhkan. Obatnya tersedia gratis. Tapi karena stigma, orang takut melapor. Mereka takut diejek atau dianggap kena kutukan. Akibatnya, penanganan jadi terlambat, menular, bahkan bisa menyebabkan disabilitas,” jelas Menkes Budi saat mengunjungi Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7/2025).

Budi menjelaskan kusta tidak mudah menular. Berbeda dengan Covid-19 yang menyebar lewat kontak ringan, penularan kusta membutuhkan interaksi erat dan berkepanjangan.

“Kalau penderita sedang menjalani pengobatan, sangat aman untuk berinteraksi dengannya. Tidak perlu takut,” tambahnya.

Deteksi Dini dan Pengobatan Gratis Jadi Kunci

Deteksi dini menjadi langkah krusial karena keterlambatan pengobatan bisa berujung pada kerusakan saraf permanen. Padahal, durasi pengobatan hanya sekitar enam bulan, dan seluruh obat disediakan tanpa biaya.

“Jika ada satu kasus kusta ditemukan, keluarga dekat langsung diberi obat pencegahan satu kali minum. Itu efektif memutus rantai penularan,” ujar Menkes.

Stigma Sosial Hambat Penanganan Kusta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti stigma menjadi penghambat utama eliminasi kusta. Ia juga mengaitkannya dengan persoalan sosial ekonomi.

“Kusta ini banyak menimpa masyarakat miskin. Jangan hanya disuruh makan bergizi tanpa diberikan dukungan. Saya siap bantu Rp 1 juta per bulan untuk keluarga penderita agar gizi mereka terpenuhi,” ucap Dedi.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan insentif bagi tenaga kesehatan yang aktif mendampingi pasien hingga sembuh.

“Kalau ada bidan atau perawat yang setia mendampingi lima pasien sampai sembuh, saya beri bonus Rp 10 juta. Ini bentuk penghargaan, bukan sekadar pengabdian kosong,” tegasnya. (*/red)

Baca Juga :  Jangan Diabaikan, Telinga Kemasukan Air Bisa Sebabkan Infeksi hingga Gangguan Pendengaran

Sumber: Kemenkes

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB