Menkeu Suahasil Nazara: APBN Harus Sehat, Kredibel, dan Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat

Penulis -

Selasa, 15 September 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan pemerintah akan menjaga kesehatan APBN sekaligus memperkuat kredibilitas pengelolaan keuangan negara.

Ia menegaskan, APBN harus mampu membiayai program prioritas pemerintah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Suahasil menyampaikan hal tersebut setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024-2029. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/09/2026).

APBN Tetap Jaga Defisit di Bawah 3 Persen

Suahasil mengatakan Presiden memberikan arahan khusus agar Kementerian Keuangan menjaga kesehatan serta kredibilitas keuangan negara.

Menurut dia, APBN menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai agenda prioritas pemerintah. Karena itu, pemerintah harus memastikan anggaran tetap sehat dan mendapat kepercayaan publik.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkapnya.

Suahasil menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit APBN sesuai batas yang ditetapkan.

“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal. Di sisi lain, APBN tetap harus mampu menjalankan fungsi sebagai instrumen pembangunan dan pendorong perekonomian.

APBN Harus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Suahasil menyebut Kementerian Keuangan akan terus mengarahkan APBN agar mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Ia juga menilai kredibilitas APBN tidak hanya bergantung pada pengelolaan anggaran. Pemerintah perlu membangun komunikasi publik yang konsisten dan dapat dipercaya.

“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Padang Terbitkan Edaran Mitigasi Kabut Asap, Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami arah kebijakan fiskal pemerintah. Transparansi dan konsistensi komunikasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan negara.

Efisiensi Bukan Sekadar Memotong Belanja

Selain menjaga kesehatan fiskal, Suahasil menyoroti pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.

Ia menegaskan efisiensi APBN tidak berarti pemerintah hanya memangkas belanja. Fokus utamanya ialah memastikan setiap anggaran menghasilkan keluaran yang optimal.

“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Suahasil.

Prinsip tersebut membuat efektivitas belanja menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan APBN. Setiap penggunaan anggaran harus memiliki hasil yang jelas dan memberi dampak bagi masyarakat.

Suahasil Pastikan Transisi Kementerian Keuangan Berjalan Baik

Dalam menjalankan tugas barunya, Suahasil juga memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan berlangsung secara terkoordinasi.

Menurutnya, kesinambungan pengelolaan keuangan negara menjadi hal penting selama masa transisi. Pelaksanaan berbagai program pemerintah juga harus tetap berjalan tanpa mengganggu agenda prioritas yang telah ditetapkan.

Suahasil memastikan Kementerian Keuangan akan terus menjaga pengelolaan APBN agar tetap sehat, kredibel, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru