Pessel, Javanusa—Pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi korban bencana hidrometeorologi Siklon Senyar tahap II di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, Selasa (3/3/2026).
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan secara daring dan terpusat, dan untuk Pessel digelar di Gedung Painan Convention Center (PCC).
Kegiatan itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Turut mengikuti secara daring Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.
Selain itu, Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, gubernur serta para bupati dan wali kota dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Dari Sumatera Barat, hanya dua daerah yang menerima bantuan tahap II, yakni Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Tanah Datar.
Untuk Kabupaten Pesisir Selatan, total bantuan yang diterima mencapai Rp2,415 miliar, terdiri atas 46 unit rumah rusak ringan masing-masing Rp15 juta dengan total Rp675 juta dan 58 unit rumah rusak sedang masing-masing Rp30 juta dengan total Rp1,740 miliar.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur BNPB, Afrial Rosya, dengan didampingi Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni, Kepala BPBD Pessel, Armen, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya kepada perwakilan masyarakat penerima di daerah itu.
Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, yang juga hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Pesisir Selatan yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kemenko PMK dan BNPB, atas bantuan yang sangat berarti ini bagi masyarakat kami,” ujar Risnaldi.
Ia menegaskan, bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan hunian warga sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Menurutnya, Pemkab Pessel berkomitmen mengawal proses perbaikan rumah agar berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Sementara itu, Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur BNPB, Afrial Rosya, dalam sambutannya memberikan penjelasan teknis terkait mekanisme pencairan dana bantuan.
Ia menyampaikan bahwa pada tahap ini pencairan difokuskan untuk rumah kategori rusak ringan dan rusak sedang.
“Hari ini khusus untuk rumah rusak ringan dan sedang. Dananya langsung ditransfer ke rekening penerima sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Afrial.
Ia menjelaskan, untuk rumah rusak berat terdapat dua skema yang dapat diterapkan, yakni pembangunan rumah secara terpadu oleh pemerintah atau pembangunan di atas lahan milik sendiri.
Menurut Afrial, pembangunan hunian tetap (huntap) dapat dilakukan melalui skema mandiri maupun melalui lahan milik pemerintah daerah.
“Bisa melalui skema mandiri maupun melalui lahan milik Pemda, semuanya mengikuti petunjuk teknis yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan dana yang telah dialokasikan tidak dapat langsung dicairkan tanpa memenuhi persyaratan administrasi dan petunjuk teknis.
Afrial juga mengedukasi masyarakat agar memahami bahwa proses pencairan dana harus melalui tahapan verifikasi, pembukaan rekening khusus, serta pengawasan penggunaan anggaran.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pessel, Armen, dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan kondisi hunian sementara (huntara) di daerah tersebut.
Armen menyebutkan, saat ini terdapat dua lokasi huntara di Kecamatan Bayang Utara, yakni di lapangan Parkir Limau Hantu Nagari Puluik Puluik, dengan penghuni 22 kepala keluarga (KK), dan di Kampung Taratak Baru sebanyak 31 KK pula.
“Totalnya ada 53 unit huntara di Bayang Utara. Seluruhnya akan dibangunkan hunian tetap oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan hunian tetap tersebut akan mengikuti dua skenario sebagaimana ketentuan yang berlaku, baik melalui pembangunan terpadu maupun di atas lahan milik masyarakat.
Armen menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BNPB dan pemerintah pusat agar proses transisi dari huntara ke huntap berjalan lancar dan tepat waktu.
Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi.
Dengan bantuan tahap II ini, pemerintah berharap masyarakat Pesisir Selatan dapat segera bangkit, membangun kembali hunian yang layak, serta menatap masa depan dengan lebih optimistis. (adv)






