Jakarta, Javanusa—Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 terus meningkat.
Hingga saat ini, sedikitnya 7.200 titik nobar telah tersebar di berbagai daerah Indonesia dan dinilai memberikan dampak positif tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menilai penyelenggaraan nobar menjadi salah satu cara efektif menghadirkan tontonan olahraga bagi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Nobar Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Erick menyampaikan apresiasinya saat menghadiri acara nobar pertandingan Argentina melawan Austria yang diselenggarakan TVRI pada Senin (22/6).
“Saya sangat senang diundang TVRI untuk mengikuti nobar Piala Dunia ini, Argentina melawan Austria. Kemenpora sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang memberikan hiburan berupa tayangan olahraga kepada masyarakat,” ujar Erick.
Menurutnya, kehadiran ribuan titik nobar membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan. Aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan dinilai ikut tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
“Saya yakin dengan adanya nobar, aktivitas ekonomi dapat tumbuh secara menyeluruh di berbagai tempat,” katanya.
Kemenpora Dorong Keterlibatan UMKM
Data yang diterima Kemenpora dari TVRI menunjukkan jumlah lokasi nobar kini telah mencapai 7.200 titik di seluruh Indonesia. Angka tersebut mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menyambut ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Melihat potensi yang ada, Kemenpora telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah turut mendukung penyelenggaraan nobar yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sekarang titik nobar sudah mencapai 7.200. Artinya ini sebuah kegiatan yang positif. Karena itu Kemenpora juga telah meminta kepada Kemendagri agar para kepala daerah berupaya menyelenggarakan kegiatan nobar yang mendukung pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan UMKM,” jelas Erick.
Olahraga Dinilai Mampu Menggerakkan Perekonomian
Erick menegaskan bahwa sektor olahraga memiliki kontribusi nyata terhadap perputaran ekonomi. Ia mencontohkan tingginya tingkat kehadiran penonton dalam penyelenggaraan Piala Dunia yang berdampak langsung pada sektor usaha di sekitar lokasi pertandingan.
“Kalau Piala Dunia itu sesuatu yang luar biasa. Saya melihat tingkat kehadiran penonton di stadion bisa mencapai 96,5 persen. Kita bisa melihat bagaimana ekonomi di sekitar kegiatan olahraga ikut bergerak,” ungkapnya.
Kemenpora Siapkan Kerja Sama dengan TVRI
Selain mendukung kegiatan nobar, Kemenpora juga berupaya memperluas akses masyarakat terhadap siaran olahraga melalui televisi nasional. Salah satu langkah yang tengah dijajaki adalah memperbanyak tayangan pertandingan olahraga di TVRI, termasuk kompetisi nasional.
“Kemenpora tentunya akan mencari solusi. Siapa tahu kita bisa bekerja sama untuk menyiarkan pertandingan olahraga lebih banyak. Kita akan cari jalan juga agar pertandingan olahraga nasional bisa hadir di TVRI, kita cari sponsornya sama-sama,” pungkas Erick. (*/red)






