Mentan Amran Pastikan Stok Beras untuk Korban Gempa NTT Aman hingga Setahun

Penulis -

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung penanganan warga terdampak gempa di NTT. (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung penanganan warga terdampak gempa di NTT. (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Jakarta, Javanusa—Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.

Stok beras di wilayah tersebut mencapai sekitar 39 ribu ton dan mampu memenuhi kebutuhan pengungsi hingga satu tahun.

Kepastian itu disampaikan Amran saat meninjau langsung penanganan warga terdampak gempa di NTT, Rabu (19/8). Pemerintah juga menyiapkan mekanisme distribusi cepat agar bantuan pangan segera tiba ketika masyarakat membutuhkannya.

Stok Beras NTT Capai 39 Ribu Ton

Amran mengatakan pemerintah telah menghitung kebutuhan pangan berdasarkan jumlah pengungsi. Saat ini, sekitar 34.600 orang terdampak membutuhkan kurang lebih 300 ton beras setiap bulan.

Dengan persediaan sekitar 39 ribu ton di NTT, pemerintah menilai kebutuhan tersebut masih sangat aman. Stok beras nasional juga mencapai 5,2 juta ton.

“Stok beras nasional kita 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton. Jadi ini stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup. Jadi jangan khawatir, makan beras itu tidak bisa ditunda,” jelas Amran.

Karena itu, Amran meminta masyarakat tetap tenang. Pemerintah memastikan pasokan beras dapat bergerak cepat tanpa menunggu proses administrasi yang berlarut-larut.

“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi insyaallah tidak akan ada kekurangan,” tegasnya.

Pemerintah Siapkan Ribuan Ton Bantuan

Untuk memperkuat penanganan bencana, pemerintah menyiapkan 200 ton beras khusus bagi Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pangan untuk empat kabupaten yang terdampak gempa di NTT.

Total bantuan beras mencapai 5.386 ton. Bantuan itu terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler dengan nilai sekitar Rp75,4 miliar.

Baca Juga :  Pertama di Sumbar, Kota Padang Canangkan Muatan Lokal Keminangkabauan

Amran juga meminta pemerintah daerah segera menyampaikan kebutuhan masyarakat. Kementerian Pertanian membuka gudang pangan selama 24 jam agar distribusi dapat berlangsung tanpa hambatan.

“Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, 24 jam kami buka gudang. Yang Bapak minta untuk 59 ribu, saya penuhi sampai tiga bulan ke depan. Kalau nanti belum cukup, tambah. Jadi tidak ada alasan,” ujarnya.

Seluruh beras bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak. Pemerintah turut menyalurkan minyak goreng, gula, dan mi instan.

Sebanyak 35 truk bantuan disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak. Dari jumlah tersebut, 10 truk diarahkan menuju lokasi yang dikunjungi Amran.

Arahan Presiden Prabowo

Langkah percepatan distribusi pangan tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diminta memastikan warga terdampak bencana tidak mengalami kekurangan kebutuhan pokok selama masa tanggap darurat.

“Jadi tenang Bapak-Ibu, kami diperintah Bapak Presiden turun untuk melihat langsung,” ujar Amran.

Selain menjamin kebutuhan pangan, pemerintah juga menyiapkan program pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat gempa.

Sawah dan Irigasi Rusak Akan Diperbaiki

Kementan akan membantu pemulihan sektor pertanian melalui perbaikan sawah dan jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan. Pemerintah juga menyediakan benih secara gratis serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin. Jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan,” kata Amran.

Program pemulihan juga menyasar tanaman perkebunan yang rusak akibat bencana. Kopi, kakao, dan kelapa termasuk komoditas yang akan mendapat penggantian.

“Kopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan saat keadaan darurat. Pemulihan produksi juga menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali memperoleh penghasilan.

Baca Juga :  Dua Titik Kebakaran dalam Semalam, Total Kerugian Rp 5,1 M
Pengajuan Bantuan Dipermudah

Amran meminta seluruh jajaran pemerintah mempercepat pelayanan bagi warga terdampak. Ia menekankan agar prosedur yang tidak diperlukan tidak menghambat penyaluran bantuan.

Petani dapat mengajukan kebutuhan melalui pemerintah daerah maupun penyuluh pertanian lapangan (PPL). Mekanisme tersebut diharapkan mempercepat respons terhadap kebutuhan di lapangan.

“Cukup PPL. Kita permudah, bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden. Jangan persulit rakyat kita yang butuh bantuan,” tegas Amran.

Pemerintah memastikan dukungan pangan dan pemulihan mata pencaharian terus berjalan hingga kondisi masyarakat kembali normal.

“Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB