Manado, Javanusa—Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menantang pengusaha, terutama generasi muda, mengambil peran strategis dalam pengembangan industri kelapa.
Ia menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing Indonesia di pasar global.
Ia menyampaikan hal tersebut saat memberi arahan kepada Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sulawesi Utara di Manado, Jumat (1/5/2026).
Potensi Besar, Pengolahan Masih Terbatas
Dalam arahannya, Amran menegaskan Indonesia memiliki potensi kelapa yang sangat besar. Namun, pelaku usaha belum mengoptimalkan pengolahan komoditas tersebut secara maksimal.
“Kelapa kita sangat melimpah dan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat jika diolah. Tapi, industri pengolahannya masih terbatas. Ini peluang besar yang harus segera diambil,” ujar Amran.
Target Hilirisasi Naik Signifikan
Kementerian Pertanian terus mempercepat pengembangan hilirisasi kelapa secara nasional. Pada 2026, pemerintah menargetkan kawasan hilirisasi mencapai 150.000 hingga 154.000 hektare. Angka ini melonjak signifikan dari sekitar 11.515 hektare pada 2025.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi perkebunan nasional. Pemerintah menargetkan program ini mampu menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja sampai 2027.
Selain itu, langkah ini diharapkan mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kelapa. Selama ini, ekspor masih didominasi bahan mentah. Karena itu, peluang industri pengolahan dalam negeri terbuka lebar.
Mental Berani Jadi Kunci Usaha
Amran menekankan keberanian sebagai kunci utama dalam dunia usaha. Ia mengingatkan pengusaha agar tidak terlalu lama berpikir tanpa tindakan nyata.
“Kalau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir tanpa aksi. Harus berani. Mulai saja dulu, bangun pabrik, kembangkan usaha. Peluang itu tidak datang dua kali,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pola pikir sebagai fondasi kesuksesan. Menurutnya, fokus pada solusi akan mempercepat pencapaian tujuan.
“Sukses itu ada di pikiran. Kalau kita fokus pada solusi dan terus bergerak, insya Allah berhasil,” katanya.
Karakter dan Konsistensi Penentu Keberhasilan
Lebih lanjut, Amran menegaskan karakter, integritas, dan konsistensi menjadi modal utama dalam membangun usaha berkelanjutan. Ia mengingatkan pengusaha untuk terus menjaga semangat dan tidak cepat puas.
“Pengusaha harus punya mimpi besar, tidak cepat puas, dan tidak merasa paling hebat. Itu kunci agar tidak gagal,” ujarnya.
Momentum Pasar Global Harus Dimanfaatkan
Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk turunan kelapa, Amran mengajak pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut. Ia menilai Indonesia memiliki semua faktor pendukung untuk menjadi pemain utama dunia.
“Kalau kita serius membangun dari hulu ke hilir, Indonesia bisa menjadi pemain utama dunia. Kita punya semua: lahan, iklim, dan sumber daya,” jelasnya.
Ajakan Dorong Ekonomi Nasional
Menutup arahannya, Amran mengajak pengusaha berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya kontribusi sektor usaha dalam membuka lapangan kerja.
“Jangan hanya jadi penonton. Indonesia butuh pengusaha berani yang siap membangun industri dan membuka lapangan kerja. Kita bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia,” tutupnya. (*/red)






