Menuju B50, Pemerintah Susun Tahapan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati

Penulis -

Kamis, 9 April 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji penggunaan bahan bakar B50 untuk mesin diesel, Desember 2025 lalu. (Foto: Kementerian ESDM)

Uji penggunaan bahan bakar B50 untuk mesin diesel, Desember 2025 lalu. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah terus menyiapkan tahapan pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) secara bertahap sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional dan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Salah satu fokus utama adalah implementasi mandatori biofuel, termasuk penguatan pemanfaatan campuran B50.

Kebijakan ini ditegaskan melalui regulasi yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yakni Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 tentang Penahapan Pemanfaatan BBN, serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan BBN.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan BBN memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian energi nasional.

Menurutnya, pemanfaatan BBN juga berkontribusi terhadap peningkatan bauran energi terbarukan, pengurangan ketergantungan impor, penguatan industri berbasis sumber daya domestik, serta penurunan emisi di sektor energi.

Eniya menjelaskan, kebijakan penahapan disusun agar implementasi mandatori biofuel dapat berjalan konsisten, namun tetap menyesuaikan dengan kesiapan nasional. Tahapan tersebut mencakup aspek ketersediaan bahan baku, kesiapan infrastruktur, pembiayaan, serta kesiapan sektor pengguna.

“Melalui pengaturan yang lebih komprehensif dan penahapan yang jelas, kita ingin memastikan pemanfaatan BBN dapat diimplementasikan secara optimal, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan bahan baku, infrastruktur, serta dukungan industri,” ujarnya dalam sosialisasi regulasi di Jakarta, Selasa (7/4).

Kepmen ESDM tentang Penahapan Pemanfaatan BBN menjadi acuan strategis dalam mendorong investasi dan pengembangan industri BBN nasional. Regulasi ini mengatur pencampuran BBN dalam bahan bakar minyak secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan bahan baku, infrastruktur, dukungan pembiayaan khusus untuk sektor Public Service Obligation (PSO), serta kesiapan sektor pengguna.

Sementara itu, Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2025 mengatur pengusahaan BBN secara lebih menyeluruh. Cakupan regulasi ini meliputi jenis BBN, rantai usaha dari penyediaan hingga distribusi dan pemanfaatan akhir, kewajiban badan usaha, penetapan harga, aspek teknis, keselamatan, lingkungan, insentif, hingga penerapan nilai ekonomi karbon.

Baca Juga :  Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Sasar 70 Ribu Peserta, Diselaraskan dengan Kebutuhan Industri

Jenis BBN yang masuk dalam skema penahapan meliputi biodiesel, bioetanol, diesel biohidrokarbon, dan bioavtur, yang akan diterapkan secara bertahap sesuai kesiapan nasional.

Dukungan dari Industri

Sejumlah pelaku industri menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemanfaatan BBN. Perwakilan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Abdul Rahim, menyampaikan bahwa penggunaan bahan bakar nabati merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia menekankan pentingnya penyesuaian dengan karakteristik teknologi kendaraan yang beragam di Indonesia agar implementasi dapat berjalan optimal.

Di sisi lain, perwakilan Asosiasi Pengumpul Minyak Jelantah untuk Energi Terbarukan Indonesia (APJETI), Matias Tumanggor, menilai kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha bahan baku energi terbarukan.

Menurutnya, pemanfaatan minyak jelantah berpotensi menjadi bahan baku biodiesel dan bioavtur, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi sirkular di sektor energi.

Kegiatan sosialisasi regulasi tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, BUMN, badan usaha energi, asosiasi industri, serta pemangku kepentingan terkait. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan BBN di Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru