Pessel, Javanusa—Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan longsor sebagaimana melanda sejumlah titik di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), selain merusak pemukiman warga, juga berdampak pada beberapa fasilitas pendukung pariwisata di daerah itu.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Roli Buchari, ketika ditemui Jumat (12/12/2025), membenarkan kerusakan terjadi di Objek Wisata Jembatan Akar, Puluik Puluik, Kecamatan Bayang Utara.
Ia menjelaskan kuatnya arus banjir menyebabkan jalinan akar yang terhubung dengan besi sling di sisi kiri dan kanan jembatan putus.
“Yang tersisa hanya akar utama di bagian tengah yang ukurannya besar. Jembatan memang masih menggantung, tetapi kondisinya tidak aman,” ujar Roli.
Perbaikan jembatan diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 50 juta. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kabupaten harus mengajukan bantuan ke pemerintah pusat.
“Kami berharap BNPB atau Kementerian PUPR dapat membantu, karena Jembatan Akar adalah ikon wisata yang sangat penting bagi Pessel,” jelasnya.
Kerusakan juga ditemukan pada Tourism Information Centre (TIC) di Nagari Carocok Anau, gerbang masuk utama kawasan wisata Mandeh. Banjir merusak sebagian bangunan, memecahkan kaca, dan merobohkan pagar, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
“Kami berharap fasilitas TIC juga bisa diprioritaskan perbaikannya, mengingat perannya sebagai pusat informasi bagi wisatawan,” kata Roli.
Meski dua fasilitas pendukung tersebut terdampak, Roli menegaskan tidak ada destinasi wisata yang ditutup sementara. Ia memastikan seluruh objek wisata di Pessel tetap aman dan layak dikunjungi.
“Kerusakan hanya terjadi pada sarana penunjang, bukan pada titik wisata utamanya. Semua destinasi tetap aman bagi pengunjung,” tegasnya.
Dinas Pariwisata, lanjut Roli, telah melakukan pendataan dan asesmen lapangan, serta berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah nagari untuk mempercepat langkah penanganan.
“Kami mengamankan area terdampak dan menyusun laporan lengkap agar proses bantuan dari pusat dapat segera diproses,” ujarnya.
Menjelang puncak kunjungan wisata Nataru, pemerintah daerah juga mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan kepada pengelola destinasi dan pelaku usaha wisata.
“Kami minta pengelola menjaga kebersihan, memastikan titik-titik rawan dalam kondisi aman, dan menyiapkan jalur evakuasi sederhana. Wisatawan juga kami ingatkan agar memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan,” ungkapnya.
Gangguan akses akibat bencana di beberapa wilayah Sumbar seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik turut berdampak pada arus kunjungan wisata ke Pessel. Hal ini mempengaruhi pendapatan UMKM, pemandu wisata, dan pelaku usaha perjalanan.
“Ini memang tantangan serius. Karena itu, pemulihan akses dan koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar ekonomi wisata cepat pulih,” jelas Roli.
Meski menghadapi berbagai kendala, Roli memastikan Pesisir Selatan tetap siap menyambut wisatawan saat libur Nataru.
“Kami pastikan destinasi wisata di Pessel dalam kondisi aman. Ikuti arahan petugas, waspada terhadap perubahan cuaca, dan gunakan jalur resmi. Kami siap memberikan pelayanan terbaik,” tutupnya. (sus)






