Padang, Javanusa—Penelusuran seorang jurnalis Harian Rakyat Sumbar Endang Pribadi terhadap keluhan warga soal dugaan masalah kualitas Pertalite di Kota Padang justru berujung pada pengalaman serupa.
Mobil operasional yang digunakan untuk peliputan tiba-tiba kehilangan tenaga ketika menuju bengkel. Kendaraan tersebut kemudian harus dituntun untuk menjalani pemeriksaan pada sistem bahan bakar.
Peristiwa itu terjadi saat sang jurnalis hendak mengumpulkan informasi terkait banyaknya laporan kendaraan mogok setelah mengisi Pertalite di Padang dan sejumlah daerah di Sumatera Barat.
Mobil Mulai Bermasalah Dua Hari Setelah Isi Pertalite
Sebelumnya, Endang mengaku tidak merasakan kendala setelah mengisi Pertalite pada Sabtu (26/9/2026). Ia masih menggunakan mobil tersebut seperti biasa hingga Minggu.
Namun, kondisi berubah pada Senin pagi. Mobil tiba-tiba mengalami getaran pada mesin dan tidak bisa melaju secara normal.
Endang kemudian membawa kendaraannya ke Bengkel Arka Berkah Mandiri di Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
“Kalau Sabtu saya pakai nggak ada pengaruhnya. Minggu juga nggak ada. Tapi Senin pagi tadi mulai ada getaran di mesinnya,” kata Endang dikutip TribunPadang.com, Senin (28/9/2026).
Endang mengatakan dirinya tetap mencoba membawa mobil tersebut ke bengkel meski kondisinya sudah bermasalah.
Dalam perjalanan, kendaraan terus mengalami brebet dan kehilangan tenaga. Mobil bahkan tidak mampu melaju seperti biasanya.
“Saat jalan, mobil merepet, dia nggak mau jalan. Tapi saya paksa juga jalan sampai bengkel. Dicek sama bengkel, kendalanya di pompa bensin,” ujarnya.
Pemeriksaan di bengkel kemudian menunjukkan adanya masalah pada bagian pompa bensin kendaraan.
Isi Pertalite Rp150 Ribu hingga Tangki Penuh
Sebelum mengisi BBM pada Sabtu, Endang menyebut masih terdapat Pertalite di dalam tangki mobilnya.
Ia kemudian menambahkan Pertalite senilai Rp150 ribu di sebuah SPBU kawasan Gunung Pangilun. Pengisian tersebut membuat tangki mobilnya kembali penuh.
Ia meminta pihak berwenang dan penyedia BBM segera memberikan penjelasan terbuka.
“Pertamina harus segera memberikan penjelasan. Kalau memang terbukti ada persoalan pada kualitas BBM, masyarakat tentu berhak mendapatkan pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami, baik materil maupun moril,” tegas Endang.
Bengkel Mulai Dipenuhi Kendaraan Bermasalah
Keluhan serupa juga mulai dirasakan sejumlah bengkel di Kota Padang. Lonjakan kendaraan dengan gangguan sistem pembakaran membuat beberapa tempat servis kewalahan menangani pelanggan.
Salah satunya terjadi di Bengkel CIA, Kampuang Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang. Dalam empat hari terakhir, bengkel tersebut menerima banyak kendaraan dengan gejala kerusakan yang hampir sama.
Pengelola Bengkel CIA, Hendra, mengatakan mekanik menemukan endapan putih tebal pada sejumlah komponen sistem bahan bakar. Material tersebut terlihat menggumpal dan menyerupai semen.
Pemeriksaan juga menemukan sumbatan pada saringan tangki serta pompa bahan bakar atau fuel pump. Sementara itu, BBM yang keluar saat proses pengurasan terlihat keruh dengan warna kekuningan bercampur abu-abu.
“Permasalahan terjadi pada bagian saringan tangki dan pompa bensin (fuel pump) yang tertutup endapan putih pekat menyerupai semen,” kata Hendra.
Menurut Hendra, endapan tersebut dapat menghambat aliran BBM menuju ruang pembakaran. Kondisi itu membuat tenaga mesin menurun hingga kendaraan akhirnya mati.
Jika sumbatan sudah terlalu parah, mekanik harus mengganti komponen tertentu. Salah satu komponen yang berpotensi mengalami penggantian ialah fuel pump.
“Endapan yang mirip semen ini yang membuat mobil mogok. Jika kerusakannya parah, terpaksa kami mengganti fuel pump kendaraan tersebut,” ujarnya.
Stok Fuel Pump dan Saringan Ikut Menipis
Meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk bengkel juga berdampak pada ketersediaan suku cadang.
Hendra menyebut fuel pump dan saringan bensin kini sulit diperoleh karena permintaan meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Rata-rata banyak mobil yang masuk bengkel saat ini mempunyai masalah tersebut. Akibatnya, saringan minyak dan pompa bensin menjadi rebutan bagi pihak bengkel,” tambah Hendra.
Kondisi tersebut tidak hanya menambah beban biaya bagi pemilik kendaraan. Bengkel juga menghadapi tantangan karena harus memenuhi kebutuhan komponen dalam waktu bersamaan.
Perlu Pemeriksaan Laboratorium
Dugaan persoalan pada bahan bakar tersebut masih membutuhkan pembuktian secara teknis. Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari gangguan kendaraan yang dilaporkan warga.
Pengujian dapat membantu memastikan apakah material yang ditemukan pada sistem bahan bakar berkaitan dengan kualitas BBM atau muncul akibat faktor teknis lainnya. (*)






