Mobil Terjun ke Jurang 80 Meter di Sitinjau Lauik, Korban Dilaporkan Terjepit

Penulis -

Jumat, 3 Juli 2026 - 01:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah mobil terperosok ke jurang sedalam sekitar 80 meter di kawasan Panorama Sitinjau Lauik, Kamis (2/7/2026) malam (Foto: Tangkapan Layar)

Sebuah mobil terperosok ke jurang sedalam sekitar 80 meter di kawasan Panorama Sitinjau Lauik, Kamis (2/7/2026) malam (Foto: Tangkapan Layar)

Padang, Javanusa—Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur ekstrem Panorama Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Sebuah mobil terperosok ke jurang sedalam sekitar 80 meter pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 21.55 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

“Kami menerima informasi ada satu unit mobil masuk jurang di kawasan Panorama Sitinjau Lauik dengan kedalaman sekitar 80 meter. Kondisi korban dilaporkan dalam posisi terjepit,” ujar Abdul Malik dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026) malam.

Tak lama setelah menerima laporan, Kantor SAR Padang langsung mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian.

Abdul Malik mengatakan enam personel rescuer langsung meluncur ke lokasi kejadian. Untuk menghadapi medan yang curam, tim membawa sejumlah peralatan penyelamatan khusus.

Perlengkapan tersebut meliputi PalSAR Ekstrikasi untuk membebaskan korban yang terjepit di kendaraan. PalSAR Mountaineering untuk evakuasi di medan terjal, serta perlengkapan medis, evakuasi, dan komunikasi.

Ia mengatakan, kondisi kendaraan yang berada di dasar jurang membuat proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus, terlebih korban dilaporkan dalam kondisi terjepit.

Selain itu, proses penyelamatan menghadapi tantangan cukup berat. Minimnya pencahayaan di kawasan jurang menjadi hambatan utama dalam operasi malam hari.

Abdul Malik menegaskan tim tetap berupaya melakukan evakuasi secara maksimal dengan memanfaatkan peralatan penerangan yang tersedia.

“Faktor penghambat utama saat ini adalah jarak pandang yang sangat terbatas karena kondisi sudah gelap gulita. Namun, tim akan berupaya semaksimal mungkin di lapangan dengan alat penerangan dan kemampuan yang ada,” tegasnya. (*/red)

Baca Juga :  Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres di Dekat Bundaran UNP Padang

Berita Terkait

Selama Porprov Sumbar 2026, PKL Dilarang Berjualan di Dalam Portal GOR H. Agus Salim
Truk CPO Terguling di Singuntur Mudo, Arus Padang–Painan Buka-Tutup
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Buntut Temuan Klaster Mewah
7 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Panyalaian, Diduga Dipicu Rem Pikap Bermasalah
Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya, 20 Rumah dan Sejumlah Fasilitas Rusak
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Manggarai Barat
Musik Karaoke Terlalu Keras, Satpol PP Padang Tegur Pemilik Warung
Cegah Balap Liar, Polresta Padang Amankan 15 Motor Berknalpot Brong

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:27 WIB

PWI Health Fun Run 5K Hadir di Mandeh, Gabungkan Olahraga dan Promosi Wisata

Berita Terbaru