Padang, Javanusa—Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kecamatan Kuranji resmi dibuka di halaman Kantor Camat Kuranji, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini diawali pawai kafilah dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kuranji. Suasana berlangsung meriah dan menarik perhatian masyarakat. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi agama dan budaya di Kota Padang.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan visi Pemerintah Kota Padang berfokus pada penguatan nilai spiritual. Ia menyampaikan seluruh potensi daerah harus bergerak dengan landasan agama dan budaya. Menurutnya, target Padang Juara tidak akan tercapai tanpa karakter generasi muda yang kuat.
“Padang Juara sulit terwujud tanpa kecerdasan spiritual dan emosional. Itulah esensi Smart Surau,” ujar Maigus Nasir.
Ia menjelaskan, program Smart Surau menjadi langkah konkret menghadirkan kembali peran masjid bagi remaja. Melalui program ini, masjid dan surau berfungsi sebagai pusat pembinaan karakter dan keimanan.
Program Subuh Berjamaah hingga 3T Diperkuat
Saat ini, implementasi Smart Surau terus diperluas di berbagai wilayah Kota Padang. Pemerintah mulai menggerakkan Subuh Berjamaah secara masif sejak Mei ini.
Selain itu, siswa tingkat SMP dan MTs mengikuti program khusus pada waktu Magrib hingga Isya. Program tersebut mencakup tiga aspek utama, yaitu Tahfidz, Tahsin, dan Tafsir.
Maigus menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah tetap berlandaskan nilai agama dan budaya. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung untuk memastikan program berjalan optimal.
MTQ Bukan Sekadar Lomba, Tapi Syiar Islam
Maigus Nasir menilai MTQ tidak hanya menjadi ajang lomba membaca Al-Qur’an. Ia menyebut MTQ sebagai sarana memperkuat syiar Islam dan meningkatkan pemahaman keagamaan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, nilai Al-Qur’an diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sejalan dengan program Smart Surau dan gerakan Remaja Masjid Reborn.
“MTQ memiliki makna penting untuk membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Kemenag Dukung Integrasi Program
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril, menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Ia menilai MTQ harus terintegrasi dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, MTQ juga berfungsi sebagai sarana evaluasi pembinaan keagamaan.
“Ada Smart Surau yang harus kita dukung bersama. Program ini penting menjaga generasi tetap mencintai Al-Qur’an,” tegas Yasril.
Harapan Lahirkan Qari dan Qariah Terbaik
MTQ ke-42 Kecamatan Kuranji mengusung tema tentang perawatan nilai Al-Qur’an berbasis Smart Surau. Kegiatan ini diharapkan melahirkan qari dan qariah terbaik dari Kota Padang.
Mereka nantinya akan mewakili daerah pada tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, peserta diharapkan mampu menjadi penggerak syiar Islam di tengah masyarakat. Dengan demikian, nilai Al-Qur’an dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. (*/red)






