MTQ Nasional XXXI Resmi Dibuka di Semarang, Menag Dorong Al-Qur’an Membumi dalam Kehidupan

Penulis -

Minggu, 13 September 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026, Semarang, Sabtu (13/9/2026). (Foto: Fadlil Chairil/Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026, Semarang, Sabtu (13/9/2026). (Foto: Fadlil Chairil/Kemenag)

Semarang, Javanusa—MTQ Nasional XXXI resmi dimulai di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam (12/9/2026).

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno membuka ajang tersebut dengan pemukulan bedug.

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati lokasi pembukaan. Sejumlah pejabat juga hadir, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, serta Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i.

Para gubernur, wakil gubernur, dan Kepala Kanwil Kementerian Agama dari berbagai provinsi turut mengikuti pembukaan. MTQ Nasional XXXI akan berlangsung hingga 20 September 2026.

Menag: MTQ Bukan Sekadar Kompetisi

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai MTQ Nasional memiliki arti penting bagi kehidupan sosial dan kebangsaan. Menurutnya, pertemuan kafilah dari berbagai daerah membawa pesan persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

“Kafilah dari berbagai penjuru Nusantara datang dengan bahasa, budaya, dan tradisi beragam. Mereka bertemu bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menyoroti aspek inklusivitas dalam MTQ Nasional XXXI. Tahun ini, penyelenggara menghadirkan cabang ekshibisi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik tuli dengan menggunakan mushaf Al-Qur’an isyarat.

“Ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi semua, tidak boleh ada seseorang pun yang kehilangan kesempatan mempelajari Al-Qur’an karena kondisi fisik, sosial ekonomi, ataupun geografis,” katanya.

Nasaruddin menyebut MTQ sebagai pesta rakyat terbesar di Indonesia. Ia berharap ajang tersebut mampu menghubungkan bacaan Al-Qur’an dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak masyarakat menyatukan hafalan dengan pengamalan serta pengetahuan dengan keteladanan. Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan ditadaburi.

Nilai Al-Qur’an Harus Hadir dalam Kehidupan

Nasaruddin menekankan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an perlu hadir dalam berbagai aspek kehidupan. Di lingkungan keluarga, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan sikap saling menghormati.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Instruksikan ASN Galang Dana untuk Palestina

Sementara di tempat kerja, nilai Qurani dapat tercermin melalui amanah, disiplin, profesionalisme, serta pelayanan yang adil. Ia meminta kedekatan dengan Al-Qur’an juga terlihat dari integritas saat seseorang menjalankan kewenangan.

Menag mengingatkan masyarakat untuk menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Ia menilai kepercayaan publik harus menjadi tanggung jawab yang terus dijaga.

Di tengah masyarakat, nilai Al-Qur’an dapat diwujudkan dengan saling mengenal dan membantu dalam kebaikan. Masyarakat juga perlu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Langkah tersebut penting untuk mencegah fitnah, hoaks, ujaran kebencian, serta berbagai tindakan yang dapat merusak kehormatan dan persaudaraan.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Nasaruddin menekankan pentingnya keadilan, persatuan, perlindungan terhadap kelompok lemah, penghormatan terhadap kemajemukan, dan kepentingan bersama.

“Semakin dekat seseorang kepada Al-Qur’an, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan, dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan dan persatuan Indonesia,” katanya.

Ia kemudian mengajak masyarakat menjadikan MTQ Nasional XXXI sebagai momentum perubahan diri dan kehidupan sosial.

“Mari kita jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk berhijrah. Semoga Allah SWT meridai seluruh ikhtiar kita dan menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menuntun bangsa Indonesia menuju kehidupan yang rukun, maju, adil sejahtera, dan berkeadaban,” ujar Nasaruddin.

MTQ Nasional XXXI Diikuti 2.242 Peserta

MTQ Nasional XXXI di Semarang mempertemukan kafilah dari 37 provinsi. Total peserta mencapai 2.242 orang.

Mereka berkompetisi dalam delapan cabang lomba. Cabang tersebut terbagi menjadi 24 golongan dan 48 kategori untuk peserta anak-anak hingga dewasa.

Materi perlombaan mencakup tilawah, tafsir dalam tiga bahasa, serta hafalan Al-Qur’an mulai dari satu juz hingga 30 juz.

Untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai ketentuan, Menteri Agama telah mengukuhkan tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim.

Baca Juga :  Kabar Gembira: TPP dan THR ASN Pemko Padang Segera Cair!

Seluruh perlombaan berlangsung serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang. Panitia juga menyiapkan satu lokasi khusus untuk registrasi kafilah.

Nasaruddin meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung kejujuran serta sportivitas. Ia juga meminta dewan hakim bekerja secara objektif, profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

MTQ Akan Digelar Setiap Tahun

Dalam pembukaan tersebut, Nasaruddin mengumumkan perubahan pola penyelenggaraan MTQ. Kementerian Agama memutuskan MTQ digelar setiap tahun.

Sebelumnya, MTQ Nasional berlangsung dua tahun sekali karena penyelenggaraannya bergantian dengan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ).

“Kami sampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian, bahwa kita tidak mengadakan lagi STQ. Karena itu demi untuk syiar, maka Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tapi yang kita lakukan adalah MTQ,” tegas Nasaruddin.

Jawa Tengah Kembali Menjadi Tuan Rumah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai MTQ memiliki makna lebih luas daripada kompetisi membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Menurutnya, ajang tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Kehadiran pimpinan daerah dan kafilah dari seluruh Indonesia, kata Luthfi, memperlihatkan kuatnya dimensi kebersamaan dalam penyelenggaraan MTQ Nasional.

Jawa Tengah tercatat menjadi tuan rumah MTQ Nasional untuk kedua kalinya. Provinsi tersebut pertama kali menjadi tuan rumah 47 tahun lalu, yakni pada 1979.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional sekaligus Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad melaporkan kesiapan penyelenggaraan MTQ XXXI.

Persiapan melibatkan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, Kanwil Kementerian Agama, pemerintah daerah, dewan hakim, serta panitia pusat dan daerah.

Abu Rokhmad berharap MTQ Nasional tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Ia ingin kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dengan pengamalan nilai-nilainya.

Baca Juga :  Turnamen Eka Putra Futsal 2024 Resmi Bergulir di Tanah Datar

Menurutnya, semangat tersebut sekaligus dapat memperkuat persaudaraan dan persatuan masyarakat Indonesia. (*)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru