Padang, Javanusa—Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Sumatera Barat (APTISI Sumbar) akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VII pada Sabtu (31/10/2026). Universitas Fort De Kock (UFDK) Bukittinggi ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
Ketua APTISI Sumbar, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T, IPM, mengatakan Muswil VII akan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sekaligus memilih ketua baru untuk periode 2026–2030.
Kegiatan ini mengusung tema “APTISI Sumbar Mendorong Transformasi Pendidikan Tinggi, Mewujudkan PTS Unggul Berbasis Riset, Inovasi dan Kolaborasi Berdampak”.
“Melalui tema ini kita mendorong riset menjadi core di perguruan tinggi, selain dari pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Hendri saat memberikan keterangan pers di Institut Teknologi Padang (ITP), Kamis (29/10/2026).
Hadir juga pengurus APTISI Sumbar, Prof. Dr. Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T, M.T, IPM serta Wakil Rektor I Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Dr. Nurhayati, S.ST, M.Biomed, M.KM.
Hendri menambahkan, selain membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, Muswil VII akan menentukan ketua APTISI Sumbar untuk empat tahun mendatang.
Hingga Kamis (29/10/2026), belum ada calon kandidat ketua yang muncul. Ia berharap pemilihan dapat berlangsung secara aklamasi.
Hendri menjelaskan, calon ketua harus berasal dari unsur pimpinan perguruan tinggi atau pengurus yayasan. Persyaratan tersebut mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) APTISI.
Hendri berharap ketua terpilih dapat memperjuangkan kepentingan perguruan tinggi swasta (PTS) serta mendorong penguatan pendidikan tinggi di Sumatera Barat.
Jumlah PTS di Sumbar Menyusut Menjadi 62 Kampus
Di tengah agenda pergantian kepemimpinan, APTISI Sumbar menghadapi tantangan berupa penurunan jumlah perguruan tinggi swasta di wilayah tersebut.
Hendri mengungkapkan, jumlah PTS di Sumbar kini tersisa 62 kampus. Angka itu turun dari 76 kampus pada 2022. Penurunan tersebut terjadi karena sejumlah perguruan tinggi melakukan penggabungan atau merger.
Kondisi ini menjadi salah satu tantangan bagi keberlangsungan dan pengembangan pendidikan tinggi swasta di daerah. Karena itu, ia berharap kepemimpinan APTISI Sumbar ke depan mampu memperkuat sinergi antarkampus.
Universitas Fort De Kock Bukittinggi Sambut Muswil VII APTISI Sumbar
Wakil Rektor I Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Dr. Nurhayati, S.ST, M.Biomed, M.KM, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya untuk menjadi tuan rumah Muswil VII APTISI Sumbar.
Menurut Nurhayati, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Universitas Fort De Kock kepada berbagai kalangan. Forum ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antarpimpinan perguruan tinggi swasta di Sumbar.
“Kami sangat tersanjung dan berbangga ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Muswil VII APTISI Sumbar. Semoga pelaksanaan Muswil nantinya dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar,” katanya. (*)






