Padang, Javanusa—Pemko Padang melalui Badan Kesbangpol Padang menggelar Sosialisasi Dalam Rangka Pembinaan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di Aula Kantor Camat Nanggalo, Kamis (18/7/2024).
Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang Tarmizi Ismail dalam sambutannya mengatakan narkoba telah menjadi masalah serius di Kota Padang. Berdasarkan data Polresta Padang selama Januari hingga Juni 2024, ditemukan 10.281,1 gram ganja, 1.260.29 gram sabu dan 35 butir ekstasi.
Menurutnya, angka ini bisa mengalami peningkatan apabila semua pihak tidak menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitar. Maka dari itu diharapkan kebersamaan dan keseriusan seluruh stakeholder dalam menangani masalah ini,” ujar Tarmizi.
Baca Juga: Wawako Ekos Albar: ASN Harus Bersih dari Narkoba
“Kita berharap tidak hanya dari unsur pemerintah, tetapi dari sosial kemasyarakatan dan juga keagamaan untuk bersama-bersama menjadikan kelurahan bersih dari narkoba,” tambah Tarmizi.
Ia juga berharap kepada tokoh dan elemen masyarakat untuk dapat melaporkan dan tidak takut menginformasikan. Jika terdapat kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing. Sehingga Kota Padang bebas dari narkoba.
Kabid Hansbake Badan Kesbapol Kota Padang Gusnimar mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait peredaran gelap narkoba kepada seluruh masyarakat kelurahan. Sehingga dengan kegiatan ini masyarakat mampu menangkal segala bentuk penyalahgunaan narkoba di kelurahan.
Sosialisasi ini mengangkat tema ”Stop Narkoba Wujudkan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba)”. Pesertanya terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda dan pelajar.
“Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 18-1 Agustus 2024. Dengan narasumber Kepala Badan Kesbangpol Padang, Kepala BNN Sumbar. Kapolresta Padang dan motivator dari Yayasan Kurnia Insani dan Lapas Kelas II A Padang,” ujarnya.
Terpisah, Camat Nanggalo Amrizal Rengganis menyambut baik kegiatan ini. Ia meminta kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda untuk ikut serta melaksanaan pembinaan tentang bahaya narkoba.
“Kita berharap para peserta bisa menjadi agen pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sehingga nantinya generasi muda akan lebih mengetahui tentang bahaya narkoba itu sendiri. (*/jn01)






