Javanusa.com—Nicole Robertson mengangkat pengalaman emosional dalam hubungan yang penuh manipulasi lewat single terbaru berjudul Narcissist.
Lagu bergenre alternative R&B ini merekam perjalanan menghadapi keraguan diri hingga kembali mempercayai perasaan sendiri.
Narcissist lahir dari pengalaman personal
Nicole Robertson menulis Narcissist sejak 2023. Melalui lagu tersebut, ia mengisahkan situasi ketika seseorang menyadari ada yang tidak beres dalam hubungan, tetapi tetap memilih bertahan.
Rasa sayang, harapan, permintaan maaf, hingga janji perubahan membuat keputusan untuk pergi tidak selalu mudah. Kondisi itu menjadi inti cerita yang ingin Nicole sampaikan melalui single terbarunya.
Ia menggambarkan bagaimana seseorang dapat mengalami kebingungan ketika sosok yang dikenal dalam hubungan ternyata berbeda dengan pribadi yang ditunjukkan kepada orang lain.
Pengalaman tersebut terasa dalam penggalan lirik, “You make me question who I am / Turn every ‘sorry’ into a scam.”
Bagian lain berbunyi, “You left me in pieces and called it love / But you know that’s not love — and I loved you.”
Bagi Nicole, kedua bagian tersebut menjadi salah satu inti terpenting dalam Narcissist. Liriknya tidak sekadar menceritakan luka, tetapi juga memperlihatkan konflik emosional setelah seseorang menyadari kenyataan dalam hubungan.
Bukan sekadar lagu tentang kebencian
Narcissist tidak menempatkan pengalaman tersebut sebatas cerita tentang membenci orang yang telah menyakiti. Nicole justru menyoroti kenyataan bahwa seseorang masih dapat mencintai orang yang sama, meski hubungan tersebut telah meninggalkan luka.
Alur emosional lagu kemudian bergerak dari kebingungan menuju rasa ragu terhadap diri sendiri. Setelah itu, kemarahan dan kesedihan perlahan mengarah pada proses untuk kembali mempercayai apa yang dirasakan dan dialami.
Dengan pendekatan tersebut, Nicole menjadikan Narcissist sebagai perjalanan emosional yang dekat dengan pengalaman seseorang ketika menghadapi hubungan yang sulit dipahami.
Alternative R&B dengan nuansa gelap
Dari sisi musik, Nicole memadukan alternative R&B dengan intimate storytelling dan emotional tension. Aransemen tersebut menghadirkan atmosfer gelap dan cinematic yang mengikuti dinamika emosi dalam cerita lagu.
Nuansa musikal itu juga memperkuat tema tarik-ulur yang menjadi bagian penting dalam Narcissist. Pendengar diajak mengikuti perubahan emosi dari rasa tidak yakin hingga munculnya kesadaran untuk kembali mempercayai diri sendiri.
Konsep serupa turut hadir dalam artwork single tersebut. Pada visual Narcissist”, sosok laki-laki tampak blur, sementara Nicole berada dalam fokus utama. Konsep ini menggambarkan sosok yang sebelumnya ia kenal semakin sulit dibedakan dari persona yang ditampilkan kepada orang lain.
Pada akhirnya, perhatian visual kembali tertuju kepada Nicole dan pengalaman yang ia rasakan. Konsep tersebut mempertegas pesan utama lagu tentang proses memahami luka sekaligus menemukan kembali kepercayaan terhadap diri sendiri. (*)
Sumber: IG Podcast Some Story/Sabs Media






