Padang, Javanusa—Pelaksanaan Muatan Lokal (Mulok) Keminangkabauan bagi peserta didik PAUD, SD dan SMP di Kota Padang berjalan efektif hingga saat ini.
Program ini pun menuai apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari para ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama dan bundo kanduang di Kota Padang.
Ketua LKAAM Kota Padang Suardi Z. Datuak Garang mengatakan program Mulok Keminangkabauan ini sangat positif untuk membangkitkan ‘batang tarandam’. Yakni adat dan budaya Minangkabau yang sepertinya mulai luntur di kalangan generasi muda.
“Program ini sangat besar manfaatnya untuk melestarikan adat budaya melalui pendidikan bagi generasi muda. Kita juga berharap, seluruh ninik mamak, alim ulama cadiak pandai dan bundo kanduang dapat menegakkan fungsi dan kedudukannya dalam mendukung program ini,” kata Suardi Z. Datuak Garang dalam silaturahmi Wali Kota Padang Hendri Septa bersama para ninik mamak, Ketua KAN dan LKAAM serta bundo kanduang se-Kota Padang di kediaman resmi Wali Kota, Rabu (8/5/2024) malam.
Baca Juga: DWP Kota Padang Luncurkan Website dan Pelatihan Public Speaking
Senada dengan itu, Ketua Bundo Kanduang Sumbar Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib menilai program Mulok Keminangkabauan sangat positif bagi pembentukan generasi muda Minangkabau. Sesuai filosofi adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Begitu juga dalam menerapkan Sumbang 12 sebagai dua belas prilaku sumbang yang harus dihindari oleh wanita Minangkabau dalam menjaga kehormatannya.
“Semuanya tentang adat, budaya dan etika perilaku di Minangkabau diajarkan. Semoga program dari Pak Wali ini terus berlanjut sampai kapanpun, demi terciptanya para generasi yang paham adat budaya Minangkabau,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan Mulok Keminangkabauan ini untuk menanamkan karakter Keminangkabauan kepada para peserta didik. Dengan itu maka seluruh siswa menjadi paham akan adat dan budaya Minangkabau. Sehingga menjadi pribadi yang baik, santun dan berakhlak mulia.
“Mulok Keminangkabauan ini masuk dalam mata pelajaran ekstrakurikuler. Berlangsung selama dua jam pada jam pertama pembelajaran setiap hari Selasa. Kita juga berharap, melalui muatan lokal ini akan membentengi generasi muda di Kota Padang dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan mereka,” jelasnya.
Hadir saat itu, para Ketua dan Pengurus KAN se-Kota Padang, Ketua Bundo Kanduang Kota Padang Fauziah Zainin bersama Ketua Bundo Kanduang Kecamatan se-Kota Padang. (*/jn01)






