Ninik Mamak Nagari Tambang Tempuh Jalur Hukum, PT DMC Diberi Waktu 14 Hari

Penulis -

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KAN Tambang, Firman Joni, S.Sos, Datuak Gamuak (dua dari kiri) bersama kuasa hukum. (Foto: Dok. Nal)

Ketua KAN Tambang, Firman Joni, S.Sos, Datuak Gamuak (dua dari kiri) bersama kuasa hukum. (Foto: Dok. Nal)

Pessel, Javanusa—Konflik antara 15 orang Ninik Mamak Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan dengan PT Dempo Maju Cemerlang (DMC) memasuki babak baru pada 2026.

Para pemangku adat tersebut resmi menunjuk Kantor Hukum Nof Erika, S.H.I, C.MED & Rekan untuk menempuh jalur hukum setelah upaya mediasi dinilai tidak memberikan kepastian.

Ketua KAN Tambang, Firman Joni, S.Sos, Datuak Gamuak, menegaskan persoalan ini bermula dari tidak dipenuhinya kewajiban perusahaan terkait pembayaran fee hak ulayat.

“Kami menilai pihak perusahaan belum memenuhi kewajiban pembayaran fee hak ulayat kepada para ninik mamak yang memiliki kewenangan adat di Nagari Tambang,” ujarnya, Rabu (1/7).

Ia menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik, namun tidak membuahkan hasil.

“Kami sudah berupaya menghubungi pihak perusahaan secara langsung, tetapi tidak mendapat respons yang memadai,” katanya.

Firman Joni juga menyebutkan pihaknya telah mengadu kepada pemerintah daerah.

“Kami sudah menghadap Wakil Bupati Pesisir Selatan dan menyurati Bupati, namun hingga saat ini belum ada penyelesaian yang memberikan kepastian,” jelasnya.

Menurutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan bahkan telah dua kali memanggil pihak PT DMC, tetapi tidak dihadiri oleh perusahaan.

“Pemanggilan sudah dilakukan dua kali, namun pihak perusahaan tidak hadir,” tegasnya.

Karena tidak adanya kejelasan, para ninik mamak akhirnya sepakat menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak masyarakat adat.

Meski demikian, kuasa hukum menyebutkan penyelesaian damai tetap menjadi prioritas.

“Setelah gugatan didaftarkan, pihak PT DMC datang ke kantor kami dan meminta agar persoalan ini diselesaikan melalui mediasi di luar persidangan,” ujar perwakilan kuasa hukum.

Dalam proses mediasi tersebut, pihak perusahaan menyatakan kesediaannya untuk memenuhi kewajiban.

Baca Juga :  Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Amping Parak, Soni Serukan Penyelamatan Pesisir di Pessel

“Mereka menyatakan siap memenuhi hak-hak yang selama ini belum ditunaikan dan berkomitmen memperhatikan hak masyarakat adat ke depan,” katanya.

Kuasa hukum menjelaskan sebagian kewajiban telah dipenuhi, namun masih ada beberapa poin yang belum diselesaikan.

“Saat ini kami masih menunggu realisasi lanjutan dari pihak perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam mediasi tersebut pihak PT DMC meminta waktu untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya.

“Mereka meminta waktu 14 hari, dan kami menghormati permintaan tersebut sebagai bentuk itikad baik,” katanya.

Kuasa hukum menegaskan tanah ulayat berada di bawah kewenangan KAN, sehingga setiap perusahaan wajib berkoordinasi dengan lembaga adat.

“Setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah adat wajib berkomunikasi dengan KAN sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menegaskan akan mengambil langkah hukum lanjutan jika perusahaan tidak memenuhi kewajibannya.

“Jika dalam 14 hari kewajiban tidak diselesaikan, kami siap menempuh langkah hukum lanjutan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Hingga saat ini, para ninik mamak masih menunggu realisasi komitmen dari PT DMC. Keputusan terkait kelanjutan proses hukum akan ditentukan setelah batas waktu yang disepakati berakhir. (niks)

Berita Terkait

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru