Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V menurunkan alat berat segera.
Hal ini untuk melakukan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan akibat bencana hidrometeorologi.
Permintaan itu muncul setelah kesepakatan seluruh pihak terkait dalam Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (5/1). Dalam FGD, BWS Sumatera V menyiapkan 50 unit alat berat untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai di wilayah terdampak.
Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya pembersihan material kayu dan pengerukan sepanjang aliran sungai. Tujuannya untuk meminimalkan risiko banjir susulan di kawasan padat permukiman.
“Terutama di Daerah Aliran Sungai Batang Kuranji, material kayu dan pendangkalannya cukup mengkhawatirkan. Penanganannya perlu diprioritaskan,” ujar Mahyeldi saat meninjau lokasi terdampak banjir bandang, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, Sungai Tabiang Banda Gadang dan Lubuk Minturun juga menjadi prioritas penanganan normalisasi. Berdasarkan pantauan lapangan, masih banyak kayu tersangkut dan kondisi sungai rawan meluap saat debit air meningkat.
Pemanfaatan Material Kayu untuk Masyarakat
Gubernur Sumbar mendorong masyarakat memanfaatkan material kayu yang terbawa arus banjir, asalkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Camat, Lurah, dan Wali Nagari diharapkan koordinasi dengan warga untuk pemanfaatan material kayu. Harapan kita, sungai bersih sekaligus manfaatnya dirasakan warga terdampak,” jelas Mahyeldi. (*/adpsb)






