Ojol Jadi Usaha Mikro, Pemerintah Pastikan Akses Insentif UMKM  

Penulis -

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri UMKM Maman Abdurrahman. (Foto: Kementerian UMKM)

Menteri UMKM Maman Abdurrahman. (Foto: Kementerian UMKM)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memastikan pengemudi ojek online (ojol) akan masuk kategori usaha mikro dalam Peraturan Presiden tentang ekosistem transportasi digital.

Status tersebut membuka akses terhadap berbagai kebijakan dan insentif UMKM, sekaligus tetap mempertahankan fleksibilitas kerja pengemudi.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pembahasan Perpres tersebut kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah masih menyinkronkan sekitar dua pasal sebelum regulasi itu ditetapkan.

“Sekarang kita sedang dalam tahap finalisasi akhir terkait Perpres mengenai ekosistem transportasi digital. Tinggal ada beberapa pasal lagi yang sedang kita sinkronisasi dan finalisasi. Insyaallah, mudah-mudahan dalam satu minggu ini sudah tuntas,” kata Maman setelah menghadiri rapat koordinasi di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pengemudi Ojol Masuk Kategori Usaha Mikro

Maman menjelaskan, pemerintah telah memiliki kesepahaman untuk menempatkan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro.

Keputusan tersebut juga mempertimbangkan masukan dari komunitas dan asosiasi pengemudi. Maman mengaku telah berdialog dengan hampir 20 asosiasi serta komunitas ojol.

“Saya sudah bertemu kurang lebih dengan hampir 20 asosiasi dan komunitas ojol. Aspirasi mereka mayoritas mengarah kepada UMKM, artinya ke usaha mikro,” ujarnya.

Menurut Maman, status usaha mikro memungkinkan pengemudi tetap menjalankan pekerjaannya dengan waktu yang fleksibel. Di sisi lain, mereka dapat memperoleh manfaat dari sejumlah program yang pemerintah siapkan bagi sektor UMKM.

“Insyaallah dengan statusnya sebagai UMKM, saudara-saudara kita yang ojol memiliki fleksibilitas waktu. Kemudian beberapa paket kebijakan insentif terhadap UMKM juga bisa mereka nikmati,” katanya.

Maman Tegaskan Soal Pajak Ojol

Maman juga menanggapi informasi mengenai pengenaan pajak kepada pengemudi ojol setelah masuk kategori usaha mikro.

Ia menegaskan, status tersebut tidak otomatis membuat seluruh pengemudi ojol terkena Pajak Penghasilan (PPh). Menurut dia, UMKM dengan omzet hingga Rp500 juta per tahun tidak dikenai PPh sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Baca Juga :  12 Anak Putus Sekolah di Padang Ikuti Pelatihan Membatik Lewat Program PKW Dekranasda

Maman menyebut rata-rata omzet pengemudi ojol berada pada kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta.

“Saya mau luruskan, kalau ada yang mengatakan ojol akan dikenakan pajak, itu tidak benar. Bagi UMKM yang omzetnya di bawah Rp500 juta, tidak dikenakan pajak. Sementara rata-rata omzet ojol sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta,” tegasnya.

Peluang Pengemudi Mengembangkan Usaha

Pemerintah juga melihat status usaha mikro sebagai peluang bagi pengemudi ojol untuk meningkatkan kapasitas ekonominya.

Pengemudi tidak hanya menjalankan jasa transportasi melalui platform digital. Mereka juga dapat mengembangkan aset produktif untuk mendukung kegiatan usaha.

Maman mencontohkan peluang kepemilikan kendaraan yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan usaha. Kebijakan tersebut diharapkan membantu pengemudi membangun aset sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Aturan Turunan Disiapkan Setelah Perpres Terbit

Setelah Perpres ditetapkan, kementerian dan lembaga terkait akan menyusun aturan turunan sesuai kewenangan masing-masing.

Maman menekankan seluruh regulasi tersebut harus mengikuti koridor Perpres. Pemerintah ingin kebijakan yang lahir tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pengemudi dan keberlanjutan ekosistem transportasi digital.

Karena itu, pemerintah juga perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan pengemudi sebagai pelaku usaha mikro dan keberlangsungan perusahaan aplikasi.

“Semangatnya untuk mendorong peningkatan pertumbuhan dan kesejahteraan saudara-saudara kita di ojol, plus menjaga ekosistem yang ada di situ. Salah satunya, keberlangsungan aplikator juga harus kita amankan,” kata Maman. (*)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru