Pabrik Petrokimia Lotte di Cilegon Tekan Impor Migas hingga USD1,4 Miliar per Tahun

Penulis -

Minggu, 9 November 2025 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menurut ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan laporan peresmian pabrik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) kepada Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (6/11). (Foto: Kementerian ESDM)

Menurut ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan laporan peresmian pabrik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) kepada Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (6/11). (Foto: Kementerian ESDM)

Cilegon, Javanusa—Pemerintah kembali menegaskan komitmennya terhadap program hilirisasi minyak dan gas bumi (migas).

Kehadiran pabrik petrokimia New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon menjadi langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat industri dalam negeri.

Pabrik yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (6/11) itu diperkirakan mampu mengganti impor produk petrokimia hingga USD1,4 miliar per tahun.

Nilai investasi proyek ini mencapai USD3,9 miliar, menjadikannya salah satu proyek petrokimia terbesar di Indonesia saat ini.

Nilai Tambah Ekonomi dan Potensi Ekspor

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, keberadaan fasilitas ini tidak hanya menekan impor, tetapi juga menambah nilai ekonomi dari sektor hilir migas.

“Pabrik ini menghasilkan nilai hilirisasi hingga USD2 miliar per tahun. Sekitar USD1,4 miliar menggantikan impor, dan USD600 juta berpotensi menambah nilai ekspor,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, sekitar 70 persen produksi akan diserap pasar domestik, sementara sisanya 30 persen akan diekspor.

Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor besar-besaran yang selama ini membebani neraca perdagangan migas.

Kapasitas Produksi dan Produk Petrokimia Unggulan

Fasilitas New Ethylene Project mampu mengolah 3.200 kiloton naphtha per tahun (kTA) dengan tambahan bahan baku LPG hingga 50 persen. Dari proses tersebut dihasilkan berbagai produk hulu penting seperti:

    • Ethylene (1.000 kTA)
    • Propylene (520 kTA)
    • Mixed C4 (320 kTA)
    • Pyrolysis gasoline (675 kTA)
    • Pyrolysis fuel oil (26 kTA)
    • Hydrogen (45 kTA)

Produk-produk tersebut kemudian diolah menjadi bahan hilir yang bernilai tinggi, antara lain:

    • High Density Polyethylene (HDPE) 250 kTA
    • Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) 200 kTA
    • Polypropylene (PP) 350 kTA
    • Butadiene 140 kTA
    • Benzene, Toluene, dan Xylene (BTX) 400 kTA
Baca Juga :  Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional, Pemerintah Percepat Pengembangan KEK

Produk petrokimia itu akan menjadi bahan baku penting bagi berbagai industri dalam negeri, mulai dari pembuatan botol plastik, kabel, bumper kendaraan, alat kesehatan, ban, hingga cat dan bahan kimia rumah tangga.

Perkuat Ekosistem Industri Nasional

Bahlil menegaskan, proyek LCI menandai perluasan hilirisasi Indonesia yang kini tidak hanya berfokus pada sektor mineral dan batubara, tetapi juga mulai menyentuh sektor migas.

“Hari ini membuktikan bahwa hilirisasi Indonesia tidak hanya pada mineral dan batubara, tapi juga sudah mulai beranjak ke hilirisasi minyak dan gas bumi,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran fasilitas pengolahan turunan migas berskala besar ini memperkuat ketersediaan bahan baku industri petrokimia nasional, menekan defisit neraca perdagangan, dan mendorong daya saing industri Indonesia di pasar global. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB