Pacu Bugih, Tradisi Minangkabau yang Masih Bertahan di Bukit Gombak

Penulis -

Senin, 9 Februari 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pacu Bugih tradisi Minangkabau menjadi pembuka event Pacu Kuda Bukit Gombak. (Foto: Prokopim Tanah Datar)

Pacu Bugih tradisi Minangkabau menjadi pembuka event Pacu Kuda Bukit Gombak. (Foto: Prokopim Tanah Datar)

Tanah Datar, Javanusa—Bagi penggemar pacu kuda, Pacu Bugih selalu menjadi suguhan menarik di gelanggang. Tradisi Minangkabau ini meski sering dianggap pembuka perlombaan, memiliki nilai budaya yang kuat dan makna historis.

Berbeda dari Pacu Kuda, Pacu Bugih memiliki kriteria penilaian tersendiri. Pemenang tidak ditentukan hanya oleh kecepatan, tetapi juga cara kuda berlari dan interaksi antar kuda. Jika kuda saling menghalangi atau bertabrakan, nilai bisa berkurang.

Menurut juri, kuda yang menunjukkan kelincahan, kestabilan, dan respons cepat terhadap perintah joki mendapatkan poin lebih tinggi. Teknik berkuda joki juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pemenang.

Pacu Bugih dulu menjadi hiburan bagi bangsawan dan raja-raja Minangkabau. Event ini bahkan digunakan sebagai ajang mencari menantu bagi penguasa lokal. Saat ini, Pacu Bugih menjadi bagian integral dari festival Pacu Kuda di Sumatera Barat.

“Pacu Bugih bukan sekadar perlombaan, tapi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Minangkabau,” kata seorang pengamat budaya lokal.

Gelanggang Dang Tuanku Jadi Panggung Tradisi

Event Pacu Bugih terbaru digelar di Gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak, Tanah Datar, pada 8–9 Februari 2026. Hari pertama diadakan empat race, dan hari kedua empat race lagi, dengan hadiah mencapai Rp6 juta per race.

Pengunjung dapat menyaksikan langsung teknik berkuda para joki dan kelincahan kuda yang menjadi daya tarik tersendiri.

Dengan promosi dan pelestarian yang tepat, Pacu Bugih berpotensi menjadi ikon wisata budaya Sumatera Barat. Tradisi ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai lokal, tetapi juga meningkatkan ketertarikan wisatawan terhadap event Pacu Kuda.

“Melalui Pacu Bugih, generasi muda bisa belajar menghargai budaya sekaligus menikmati hiburan tradisional,” tambah pengamat budaya. (*/red)

Baca Juga :  Satu Rumah di Tanah Hitam Padang Panjang Terbakar, Tiga Rumah Warga Ikut Terdampak

Berita Terkait

Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari
Resmi Pimpin Polda Sumbar, Irjen Pol Jawari Disambut Welcome Parade
Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Fadly Amran Minta Pembangunan SDN 01 Pasar Laban Dipercepat, Mitigasi Banjir Diperkuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Buka CSC Lustrum XII SMK SMTI Padang, Maigus Nasir Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Bunda PAUD Padang Dorong Pengenalan Manasik Haji Sejak Usia Emas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Porsematik 32 SMPN 32 Padang Ditutup, Maigus Nasir Dorong Siswa Kejar Prestasi

Rabu, 30 September 2026 - 16:22 WIB

Guru TK Aisyiyah Padang Didorong Manfaatkan AI untuk Perkuat Kreativitas Mengajar

Selasa, 29 September 2026 - 18:01 WIB

Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Dibuka, Tawarkan Beasiswa 100 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 08:17 WIB

340 Warga Sumbar Terima Beasiswa Sawit, Mahyeldi: Jangan Sia-siakan Kesempatan

Senin, 21 September 2026 - 11:27 WIB

Sari Rahmawati Dilantik jadi Kepala MTs Lubuk Kilangan, Diminta Perkuat Mutu Pendidikan

Berita Terbaru