Padang Pariaman, Javanusa—Kuda Queen Mentari milik Bupati Tanah Datar Eka Putra meraih juara I pada race ke-12 dalam Pacu Kuda Padang Pariaman 2026 yang digelar di Lapangan Pacu Kuda Duku Banyak, Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto, Sabtu (28/3/2026).
Ajang pacu kuda tersebut berlangsung selama dua hari, 28–29 Maret 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dan dihadiri sejumlah tokoh daerah serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Selain perlombaan, acara turut dimeriahkan penampilan artis Minang Fauzana dan kehadiran aktor nasional Jefri Nichol yang menarik perhatian pengunjung.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan pacu kuda merupakan tradisi yang masih dilaksanakan di sejumlah daerah di Sumatera Barat. Ia menyebutkan, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perantau.
Ia juga menyatakan pelaksanaan pacu kuda berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang musiman yang berjualan di sekitar arena.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan pacu kuda menjadi salah satu agenda yang menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar. Menurutnya, kegiatan ini juga menarik kunjungan dari perantau dan pengunjung luar daerah.
Ia mengimbau masyarakat untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut sekaligus menjaga kebersihan lingkungan selama acara berlangsung.
Bupati Tanah Datar Eka Putra yang hadir langsung dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pacu kuda di Padang Pariaman. Ia menyebut kegiatan ini rutin menarik ribuan penonton dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, aktivitas perdagangan seperti penjualan makanan, minuman, suvenir, serta layanan parkir dan transportasi meningkat selama acara berlangsung.
Terkait partisipasi, Eka Putra menyampaikan dirinya mengikutkan satu ekor kuda bernama Queen Mentari. Kuda tersebut turun pada race ke-12 hari pertama dan meraih juara pertama di divisi II jarak 1.000 meter.
Ia menambahkan, pacu kuda merupakan bagian dari tradisi Minangkabau yang masih dipertahankan dan menjadi salah satu daya tarik kegiatan budaya di daerah. (*/red)






