Padang, Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar rapat koordinasi bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dalam rangka persiapan penilaian Kota Aman Pangan yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2025.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat BPKD, Selasa (22/7/2025), dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota, Sonny Budaya Putra.
Plt. Kepala BBPOM Padang, Aria Bogorianti Asgul, turut hadir bersama rombongan dan disambut oleh Sekdako Sonny beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Sonny menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan keamanan pangan dan obat-obatan di Padang Panjang.
Menurutnya, keberhasilan program ini tak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat, lembaga, mahasiswa, hingga relawan sebaya.
“Semua pihak harus terlibat aktif. Apa yang sudah kita capai tahun sebelumnya harus ditingkatkan. Ini bukan semata demi penilaian, tetapi untuk menjadikan Padang Panjang sebagai kota yang benar-benar sehat dan aman dalam pangan serta obat-obatan,” ujarnya.
Sonny juga menekankan upaya menciptakan keamanan pangan bukan hanya bersifat insidental saat penilaian. Melainkan harus menjadi komitmen berkelanjutan pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Aria menjelaskan peran strategis pemerintah daerah dalam pengawasan pangan. Di antaranya adalah memastikan implementasi kebijakan nasional.
Bekerja sama dengan BPOM dalam pengawasan peredaran antibiotik, mencegah penyalahgunaan stok, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperkuat regulasi di tingkat daerah.
“Ada beberapa aspek yang akan dinilai nanti, seperti penerapan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), perencanaan dan pelaksanaan kebijakan pangan, pelaporan, inovasi daerah, hingga kesiapan menerima penghargaan sebagai Kota Aman Pangan,” terang Aria.
Turut hadir dalam rakor Kepala Dinas Kesehatan, Faizah, Kepala DPMPTSP, Fhandy Ramadhona, Plt. Kepala Disperdakop UKM, Ferino Romiko serta pejabat OPD lainnya. (*/red)






