Padang, Javanusa—Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Padang ke-355 mengusung tema “Sinergitas Blue Economy and Green Economy”.
Tema ini mencerminkan komitmen kuat Pemko Padang dalam melanjutkan pembangunan berbasis lingkungan dan berketahanan iklim.
Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, menegaskan fokus ini dalam Sharing Tinjauan Kebijakan Integrasi Vertikal Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim di Ruang Abu Bakar Jaar Balai Kota Padang, Senin (22/7/2024).
“FGD ini bertujuan menyelaraskan langkah Pemko Padang dengan pemerintah pusat dan Bappenas. Dalam menjadikan Padang sebagai salah satu kota percontohan perubahan iklim bersama Kota Medan,” jelas Didi.
Tema HUT ke-355 ini sejalan dengan RPJP 2025-2045 Kota Padang yang telah mengakomodir pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.
“Pemko Padang telah membentuk Pokja pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim, dibantu oleh UCLG ASPAC. Diharapkan dengan adanya Pokja ini, pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dapat terus berjalan dan melibatkan seluruh SKPD,” terangnya.
Sementara itu, National Project Coordinator Urban-Act, Rendy Primrizqi, menjelaskan pemilihan Kota Padang sebagai kota percontohan Urban-Act Indonesia didasarkan pada keaktifan dan komitmen daerah dalam aksi-aksi terkait iklim.
“Kelengkapan dokumen dan rekomendasi dari Bapenas, Apeksi, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga menjadi faktor penentu,” imbuh Rendy. (*/jn01)






