Padang, Javanusa—Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin Rapat Pleno Dossier Padang sebagai Kota Gastronomi bersama Tim Dossier Pusat.
Rapat ini membahas penyempurnaan Dossier Gastronomy City sebelum diajukan dalam proses seleksi nasional untuk nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Kegiatan ini juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Haris Satria, unsur Akademisi, Business, Community, Government, and Media (ABCGM), pimpinan OPD terkait, serta Tim Dossier Pusat Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura yang mengikuti pertemuan melalui Zoom Meeting.
Menurut Fadly Amran, rapat tersebut menjadi tahapan krusial sebelum dokumen diajukan dalam proses seleksi nasional untuk nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
“Hari ini rapat lanjutan membahas dossier Gastronomy City sebagai langkah untuk menjadi nominasi yang akan diajukan sebagai kota kreatif kepada UCCN. Alhamdulillah, seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita juga memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dossier,” ujar Fadly Amran.
Penyempurnaan Dokumen Berdasarkan Masukan Asesor
Fadly menjelaskan, tim penyusun saat ini fokus menyempurnakan substansi dossier sesuai rekomendasi dari tim asesor dan tim penilai.
Langkah tersebut dilakukan agar Kota Padang mampu menampilkan karakter, potensi, dan keunggulan gastronominya secara lebih kuat dibanding daerah lain.
Ia menambahkan, pengajuan Kota Padang dalam kategori Gastronomi selaras dengan tema Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun 2026, yakni “Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City.”
Apabila berhasil menjadi wakil Indonesia, Kota Padang akan melanjutkan proses penilaian di tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Harapkan Berdampak pada Kuliner dan Pariwisata
Fadly Amran berharap Kota Padang mampu melewati seleksi nasional sehingga dapat mewakili Indonesia dalam jaringan kota kreatif UNESCO.
“Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita kita bersama menjadikan Kota Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud. Jika hal ini terwujud, maka akan memberikan multiplier effect bagi Kota Padang, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event,” pungkasnya.
Dossier Sudah Rampung, Masih Perlu Nilai Pembeda
Sementara itu, Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari, menyampaikan seluruh isian dossier telah selesai disusun atau mencapai 100 persen.
Meski demikian, hasil telaah menunjukkan masih diperlukan sejumlah penyempurnaan agar dokumen memiliki keunikan dan nilai pembeda yang lebih kuat saat dinilai pada proses seleksi.
“Kami menyarankan agar kesetaraan gender dapat dimasukkan ke dalam penyusunan dossier ini. Salah satunya terkait peran Bundo Kanduang dalam bidang gastronomi, sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian,” kata Indah Kartika Sari.
Pengumpulan Dossier Ditutup 28 Juli
Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang, Haris Satria, menjelaskan batas akhir pengumpulan dokumen ke UCCN jatuh pada 28 Juli 2026. Setelah itu, Tim Dossier Pusat akan melakukan proses verifikasi terhadap dokumen yang telah disiapkan Pemerintah Kota Padang.
Menurut Haris, tahapan seleksi masih akan berlanjut hingga tahun depan.
“Tahapan selanjutnya, pada Agustus 2026 akan diumumkan 10 besar kota Gastronomi Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman enam besar. Jika semua berjalan lancar, kita bisa mendapatkan rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Setelah itu, prosesnya akan dikawal oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KNIU untuk diajukan ke UNESCO pada tahun 2027,” jelas Haris. (*)






