Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang menargetkan kembali meraih predikat Utama dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) 2026.
Target ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA yang digelar di Balai Kota Padang, Rabu (15/4/2026).
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Ruang Abu Bakar Jaar dan dihadiri oleh unsur organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, lembaga pemerhati anak, serta tim operator KLA 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Boby Firman, menyampaikan pemerintah kota menargetkan peningkatan capaian dari predikat Nindya pada 2025 menjadi Utama pada 2026.
Sebelumnya, Kota Padang tercatat pernah meraih predikat Utama pada 2023. Penilaian kemudian menurun menjadi Nindya pada 2025.
Menurut Boby, peningkatan nilai KLA memerlukan dukungan lintas sektor, terutama dalam penyediaan data yang akurat dan terintegrasi. Ia menyebutkan, proporsi anak di Kota Padang mencapai 32,16 persen dari total penduduk, sehingga pemenuhan indikator KLA menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa Tim Civil Society Operator KLA 2026 telah dibentuk untuk mendukung proses pengumpulan dan penginputan data pada seluruh klaster penilaian. Tim ini diketuai oleh Wanda Leksmana dan melibatkan unsur lembaga swadaya masyarakat pemerhati anak.
Sementara itu, Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang, Marta Suhendra menyatakan pencapaian Kota Layak Anak membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan dan tidak dapat disiapkan dalam waktu singkat. Ia menekankan pentingnya kerja sistematis dan terukur dari seluruh OPD.
Dalam rakor tersebut juga disepakati tahapan penilaian KLA 2026. Pendataan mandiri dijadwalkan berlangsung pada 18 Februari hingga 30 April 2026.
Selanjutnya, verifikasi tingkat provinsi dilakukan pada Mei hingga Juni 2026, sebelum verifikasi akhir oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Pemerintah Kota Padang menargetkan hasil akhir penilaian tersebut dapat mengembalikan status Kota Layak Anak dengan predikat Utama. (*/red)






