Padang, Javanusa—Cuaca di Kota Padang terasa lebih panas pada Selasa (28/4/2026). Suhu udara mencapai 34 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi terik ini mendorong banyak orang mencari minuman segar seperti es cendol atau es kelapa muda.
Meski begitu, aktivitas warga tetap berjalan normal tanpa keluhan berarti. Di tengah kondisi tersebut, Tim Juri Padang Rancak Award (PRA) 2026 tetap menjalankan tugas penilaian ke sejumlah RT yang lolos tahap empat.
Tim juri menghadapi tantangan berat selama proses penilaian di lapangan. Mereka harus menjaga profesionalitas sekaligus bertahan di bawah suhu tinggi yang menyengat.
Tim Juri I PRA 2026 menyusuri setiap RT di Kecamatan Padang Timur. Mereka bergerak dari satu gang ke gang lain tanpa banyak waktu beristirahat. Hari itu menjadi penentuan penting dalam proses penilaian.
“Panasnya terasa di ubun-ubun,” ujar Ketua Tim Juri I, Andri Rusta.
Meski menggunakan pelindung kepala, panas tetap terasa intens. Keringat terus mengalir dan membasahi pakaian selama penilaian berlangsung.
Anggota juri lain, Murni, menegaskan seluruh penilaian harus selesai dalam satu hari. “Semua penilaian di Padang Timur harus tuntas hari ini juga,” katanya.
Tim juri tetap fokus menilai setiap sudut RT meski kondisi fisik terus teruji. Mereka memastikan aspek kebersihan dan keindahan lingkungan tetap dinilai secara objektif.
Menjelang sore, hujan gerimis turun sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan singkat itu memberi jeda setelah seharian tim bekerja di bawah terik matahari.
Berkelit di Jalan Buntu
Selain cuaca panas, tim juri juga menghadapi kendala teknis di lapangan. Mereka mengandalkan aplikasi peta digital untuk menemukan lokasi RT yang akan dinilai.
Namun, teknologi tidak selalu berjalan mulus. Tim sempat terjebak di gang buntu di kawasan Jalan Sisingamangaraja IV. Kendaraan harus mundur cukup jauh untuk kembali ke jalur utama.
“Sesekali kita jangan percaya aplikasi,” kata juri lainnya, Charlie Ch. Legi, sambil berkelakar.
24 RT Dikunjungi, Penilaian Terus Berlanjut
Tim Juri I menyelesaikan penilaian di Kecamatan Padang Timur pada sore hari. Mereka mengunjungi sebanyak 24 RT dalam satu hari.
Sementara itu, tiga tim juri lainnya terus bergerak ke kecamatan lain sesuai jadwal. Penilaian Padang Rancak Award 2026 akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Tim juri menargetkan kunjungan ke 229 RT dalam enam hari. Mereka melakukan wawancara dengan pengurus RT dan RW serta menginput hasil penilaian melalui aplikasi khusus. Sistem ini didukung tim teknologi dari Universitas Eka Sakti.
Pengumuman pemenang Padang Rancak Award 2026 dijadwalkan pada 6 Mei mendatang.
Dorong Kualitas Lingkungan Kota
Padang Rancak Award merupakan lomba kebersihan lingkungan yang telah digelar pada tahun sebelumnya. Program ini menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kualitas lingkungan di Kota Padang.
Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap capaian kota dalam penilaian kebersihan nasional. Kota Padang sebelumnya meraih peringkat kedelapan menuju kota bersih di Indonesia. (*/red)






