Pessel, Javanusa—Panitia Halal Bihalal Ikatan Keluarga Wilayah Lengayang (IKWAL) Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menggelar rapat pemantapan persiapan, Senin (17/3/2026) di Painan
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh perantau yang tergabung dalam IKWAL IV Jurai. Di antaranya N Riswandi yang akrab disapa Acik, Yendi, Imam Bandaro Kampai, dan lainnya.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Halal Bihalal, Nofrizal, bersama sekretaris dan bendahara Mugi Rahayu itu, turut dihadiri oleh seluruh seksi yang terlibat dalam kepanitiaan guna membahas berbagai persiapan kegiatan yang direncanakan berlangsung pada 11 April 2026 mendatang.
Dalam rapat tersebut, panitia membahas sejumlah agenda teknis kegiatan mulai dari pendataan peserta, susunan acara, hingga pembagian tugas masing-masing seksi agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar.
Ketua Panitia Halal Bihalal IKWAL IV Jurai, Nofrizal mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pertemuan biasa setelah Hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, halal bihalal itu menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar perantau asal Kecamatan Lengayang yang kini berdomisili di Kecamatan IV Jurai.
Ia menegaskan pada kegiatan halal bihalal nanti, tidak ada satu pun warga Lengayang yang tinggal di Kecamatan IV Jurai yang tertinggal atau tidak mengetahui kegiatan tersebut.
“Kami ingin melalui kegiatan ini seluruh masyarakat Lengayang yang berada di Kecamatan IV Jurai bisa hadir. Jangan sampai ada saudara sekampung yang merasa tidak diajak atau tidak tahu tentang kegiatan ini,” ujar Nofrizal.
Ia menjelaskan silaturahmi antar perantau memiliki makna yang sangat penting, terutama bagi masyarakat Minangkabau yang dikenal memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun di rantau dapat menjadi kekuatan sosial untuk saling membantu dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Silaturahmi harus terus kita jaga. Ketika hubungan kekeluargaan kuat, maka rasa peduli antar sesama juga akan tumbuh. Itulah nilai yang ingin kita bangun melalui halal bihalal ini,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyiapkan sejumlah agenda utama yang akan dilaksanakan pada hari pelaksanaan.
Di antaranya pemilihan ketua dan pengurus IKWAL IV Jurai untuk periode 2026-2031, kegiatan syukuran, tausiah keagamaan, serta beberapa rangkaian kegiatan kebersamaan lainnya.
Selain itu, panitia juga merencanakan kegiatan kesenian tradisional pada malam sebelum acara puncak, yaitu pertunjukan babiola yang dikenal sebagai Rabab Pasisia.
Kesenian tradisional tersebut dipandang sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Minangkabau yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
Nofrizal mengatakan melalui pertunjukan kesenian itu panitia ingin mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar budaya yang menjadi jati diri masyarakat.
“Budaya adalah warisan yang harus dijaga bersama. Dengan menghadirkan kesenian tradisional seperti rabab, kita berharap generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya sendiri,” katanya.
Sementara itu, Pengurus IKWAL IV Jurai, N Riswandi atau Acik menilai kegiatan halal bihalal tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat solidaritas perantau.
Ia mengatakan kehidupan di perantauan sering kali menghadirkan berbagai tantangan sosial yang membutuhkan dukungan dan kebersamaan antar sesama perantau.
Menurutnya, kekompakan menjadi modal utama agar para perantau dapat saling membantu dan tidak merasa sendiri ketika menghadapi persoalan hidup di rantau.
“Di rantau kita harus kompak. Ketika ada saudara kita yang mengalami kesulitan, maka yang lain harus hadir memberikan dukungan. Itulah arti persaudaraan bagi orang sekampung,” ujar Acik.
Ia juga mengingatkan agar organisasi perantau seperti IKWAL tidak menjadi beban bagi para anggotanya melalui berbagai aturan yang terlalu memberatkan.
Menurutnya, organisasi harus dibangun dengan semangat kebersamaan, bukan dengan aturan yang justru membuat anggota merasa terbebani.
“Organisasi ini milik bersama, jadi jangan sampai memberatkan anggota dengan berbagai kewajiban yang sulit dipenuhi. Yang terpenting adalah kebersamaan dan kepedulian antar sesama,” jelasnya.
Acik berharap melalui kegiatan halal bihalal tersebut, hubungan kekeluargaan antar perantau Lengayang di Kecamatan IV Jurai semakin kuat sehingga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kampung halaman tetap terjaga meskipun berada di tanah rantau. (yoniks)






