Padang, Javanusa—Program Padang Rancak Award yang digelar Pemerintah Kota Padang sejak 1 November 2025 mulai menarik perhatian masyarakat.
Namun, hingga kini baru 25 persen dari total 3.450 Rukun Tetangga (RT) di Kota Padang yang mendaftarkan diri melalui aplikasi Padang Mobile.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang per 4 November 2025, sebanyak 867 RT telah terdaftar mengikuti ajang penghargaan tersebut.
Kecamatan Nanggalo menempati posisi teratas dengan 105 RT dari total 232 RT (45,3 persen) yang telah mendaftar. Disusul Lubuk Begalung dengan 194 RT dari 516 RT (37,6 persen), Pauh sebanyak 58 RT dari 186 RT (31,2 persen), dan Padang Barat dengan 71 RT dari 230 RT (31,2 persen).
Sementara itu, Lubuk Kilangan tercatat 52 RT (26,5 persen), Bungus Teluk Kabung 25 RT (23,6 persen), Padang Timur 67 RT (21 persen), Koto Tangah 145 RT (20,7 persen), Padang Utara 54 RT (19,9 persen), Kuranji 69 RT (16,6 persen), dan Padang Selatan baru 27 RT (9,8 persen).
Wali Kota Padang Fadly Amran mengimbau seluruh Ketua RT untuk segera mendaftarkan diri. Ia menilai, partisipasi aktif RT dalam ajang ini akan berdampak langsung terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.
“Saya mengajak seluruh warga Kota Padang, terutama Bapak dan Ibu Ketua RT, untuk ikut berpartisipasi dalam Padang Rancak Award 2025,” ujar Fadly Amran, Selasa sore (4/11).
Menurut Fadly, proses pendaftaran sangat mudah. Ketua RT cukup mendaftarkan wilayahnya melalui aplikasi Padang Mobile.
“Cukup mendaftarkan RT masing-masing di aplikasi Padang Mobile. Kita semua perlu akrab dengan aplikasi ini karena menjadi bagian dari gerakan kebersihan berbasis digital,” tambahnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih, indah, dan nyaman sebagai bagian dari upaya membangun kota yang sehat dan berkelanjutan.
Tahapan Penilaian Padang Rancak Award
Lomba Padang Rancak Award berlangsung hingga 1 Desember 2025 dengan empat tahapan penilaian:
Tahap I – Penilaian Mandiri (1–15 November 2025)
Ketua RT mengisi formulir di aplikasi Padang Mobile. Indikator penilaian meliputi cakupan layanan LPS (Layanan Pengangkutan Sampah), Bank Sampah, tingkat kepatuhan pemilahan, dan pengolahan sampah organik di sumber.
Tahap II – Penilaian Pimpinan Wilayah (10–17 November 2025)
Camat, lurah, dan RW melakukan penilaian klasifikasi (A, B, C) secara digital. Aspek yang dinilai mencakup kebersihan, keindahan, ketertiban, kondisi drainase, pengelolaan sampah, ketertiban PKL, bangunan liar, serta kerapian taman dan halaman warga.
Tahap III – Verifikasi Lapangan (18–21 November 2025)
Sebanyak 300 mahasiswa akan memverifikasi 600 RT nominasi terbaik. Penilaian mencakup indikator gotong royong, kepemimpinan RT/RW, kebersihan jalan dan drainase, penghijauan, pengelolaan air limbah, keamanan, dan kinerja LPS/Bank Sampah.
Tahap IV – Penilaian Final (24 November–1 Desember 2025)
Tim juri yang terdiri dari akademisi, jurnalis, serta LSM/KSM akan menilai langsung konsistensi gerakan warga, inovasi, dan dampak nyata di lapangan.
Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Pengumuman pemenang dijadwalkan 1 Desember 2025. Pemenang tingkat kota akan memperoleh hadiah sebesar Rp 10 juta untuk kategori LPS dan Bank Sampah terbaik, serta Rp 8 juta untuk RT dan RW terbaik.
Selain itu, juga tersedia hadiah untuk 33 RW dan 231 RT pemenang tingkat kecamatan dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah. (*/red)






