Padang, Javanusa—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang meninjau kondisi seorang warga di Kelurahan Koto Lua yang tinggal di hunian berukuran sekitar 2 x 2,5 meter.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan sosial dan kemanusiaan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Tim Baznas Padang mendatangi lokasi untuk melihat kondisi tempat tinggal warga sekaligus melakukan asesmen kebutuhan mendesak. Langkah ini bertujuan menentukan bantuan yang dapat disalurkan melalui berbagai program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah.
Hasil peninjauan menunjukkan warga tersebut hidup dalam keterbatasan dengan kondisi hunian yang sangat sederhana. Karena itu, Baznas Padang memberi perhatian khusus untuk menentukan bentuk bantuan yang sesuai guna meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.
Pastikan Bantuan Sesuai Kondisi Lapangan
Ketua Baznas Padang H. Yuspardi menegaskan kunjungan lapangan menjadi langkah penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin melihat langsung kondisi warga agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Amanah zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat harus disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerimanya,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi hunian yang sangat terbatas tersebut menjadi perhatian bersama dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Melalui program sosial yang dijalankan, Baznas berharap dapat membantu meringankan beban hidup warga sekaligus menghadirkan harapan untuk kehidupan yang lebih layak.
Perkuat Peran Sosial untuk Masyarakat Rentan
Baznas Padang terus memperkuat peran sosial melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.
Selain itu, peninjauan langsung ke lapangan menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk memastikan setiap bantuan diberikan berdasarkan kondisi riil yang dihadapi masyarakat. Dengan cara tersebut, program zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang lebih tepat dan berkelanjutan bagi penerima manfaat. (*/red)






