Pelatihan Membatik PKW 2026 di Padang Ditutup, Peserta Mulai Dilirik Pelaku Usaha

Penulis -

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dekranasda Padang dr. Dian Puspita Fadly Amran menyerahkan uang transportasi kepada peserta. (Foto: Pemko Padang)

Ketua Dekranasda Padang dr. Dian Puspita Fadly Amran menyerahkan uang transportasi kepada peserta. (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pelatihan Membatik Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 di Kota Padang resmi berakhir.

Tak sekadar membekali peserta dengan keterampilan membatik, program ini mulai membuka peluang kerja dan mendorong peserta membangun usaha mandiri.

Penutupan berlangsung di Sekretariat Dekranasda Kota Padang, Kamis (20/8/2026). Ketua Dekranasda Kota Padang dr. Dian Puspita Fadly Amran dan Kepala Disnakerin Kota Padang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Padang Ferri Erviyan Rinaldy turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dian mengapresiasi panitia, instruktur, dan narasumber yang telah mendampingi peserta selama pelatihan. Menurutnya, proses tersebut memberikan lebih dari sekadar pengetahuan teknis.

Peserta belajar mengenal bahan dan peralatan, membuat pola, mencanting, hingga melakukan pewarnaan. Seluruh tahapan itu menjadi modal untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Adik-adik telah mengikuti proses belajar mulai dari mengenal bahan dan peralatan, membuat pola, mencanting, melakukan pewarnaan hingga menghasilkan karya-karya terbaik. Keterampilan tersebut tentu menjadi bekal yang sangat berharga dan harus terus dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta menciptakan masa depan yang lebih mandiri,” ujar Dian.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada penerimaan sertifikat. Produk yang selesai selama pelatihan juga bukan menjadi ukuran akhir keberhasilan peserta.

“Jangan berhenti hanya sampai mendapatkan sertifikat atau menghasilkan produk selama pelatihan. Kalian dikatakan berhasil apabila keterampilan yang diperoleh ini dapat menghasilkan sumber penghasilan dan bahkan membuka lapangan kerja,” katanya.

Dian mendorong peserta untuk terus berlatih, meningkatkan mutu produk, serta mulai membangun usaha secara serius. Ia juga mengajak peserta memanfaatkan media sosial untuk promosi dan memperluas kerja sama.

Dorong Inovasi Tanpa Tinggalkan Budaya

Selain aspek kewirausahaan, Dian mengingatkan peserta agar terus berinovasi tanpa menghilangkan kekayaan budaya dan identitas Minangkabau.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Pasaman: Wagub Sumbar Serahkan Bantuan Rp25 Juta dan Sosialisasikan Program Prioritas

Menurutnya, batik tidak hanya berkaitan dengan kain dan motif. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian serta ketekunan, sekaligus menawarkan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.

Dekranasda Kota Padang, kata Dian, akan terus mendukung perkembangan kerajinan melalui pembinaan, promosi, dan perluasan akses pemasaran. Dukungan tersebut perlu berjalan seiring dengan komitmen peserta menjaga kualitas produk.

“Jangan merasa kecil karena baru memulai usaha. Setiap usaha besar selalu dimulai dari langkah pertama. Yang menentukan keberhasilan bukan hanya besarnya modal, tetapi kemauan untuk belajar, ketekunan menjaga kualitas, dan keberanian untuk terus mencoba,” tutur Dian.

Pelatihan Berlangsung 31 Pertemuan

Sementara itu, Ferri Erviyan Rinaldy menjelaskan bahwa pelatihan membatik PKW 2026 berlangsung dalam 31 kali pertemuan. Setiap pertemuan memiliki durasi delapan jam.

Penutupan kegiatan ditandai dengan peninjauan hasil karya peserta selama mengikuti rangkaian pelatihan. Ferri berharap keterampilan tersebut terus berkembang setelah kegiatan berakhir.

“Dengan pelatihan ini, kita tentu berharap tidak berhenti di sini saja. Peserta perlu mengembangkan model dan produknya setelah pelatihan,” kata Ferri.

Ia menyebut pengembangan kewirausahaan dapat membantu masyarakat memperoleh sumber penghasilan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Karena itu, peserta perlu terus berinovasi agar produknya mampu menjangkau berbagai kalangan.

“Kami berharap mereka dapat mandiri, baik dengan berwirausaha maupun bekerja di tempat usaha membatik. Namun, saya pribadi berharap mereka bisa menjadi wirausaha dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Peserta Mendapat Dukungan Biaya Transportasi

Dalam pelaksanaan program PKW 2026, peserta juga memperoleh bantuan biaya transportasi sebesar Rp2.635.000 per orang.

Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kota Padang Tahun 2026. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya membantu peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tanpa terbebani biaya transportasi.

Baca Juga :  Shin Tae-yong: Garuda Siap Berikan yang Terbaik

Ferri juga mengungkapkan adanya perkembangan positif setelah peserta mengikuti pelatihan. Sejumlah pelaku usaha batik disebut telah meminta peserta untuk bergabung.

“Alhamdulillah, ada beberapa tempat usaha batik yang sudah meminta para peserta pelatihan kita. Jadi, pelatihan ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga mulai menghasilkan wirausaha-wirausaha baru,” ujar Ferri.

Ia berharap peserta mempertahankan semangat belajar dan terus mengembangkan produk setelah program selesai.

“ Saya berharap peserta terus berkembang, melakukan inovasi, dan tidak berhenti belajar,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pelatihan, peserta kini memiliki tantangan baru untuk mengubah keterampilan menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Kemampuan mencanting, mengolah motif, dan memainkan warna diharapkan berkembang menjadi produk bernilai jual.

Langkah tersebut sekaligus dapat memperkuat keberadaan kerajinan batik di Kota Padang. Di sisi lain, keterampilan yang diperoleh peserta membuka peluang untuk bekerja maupun menciptakan usaha sendiri. (*)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB