Bekasi, Javanusa—Pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, resmi dimulai. Proyek ini bagian dari Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah untuk mempercepat penyediaan hunian terjangkau.
Groundbreaking pembangunan rusun subsidi di Meikarta dihadiri pejabat pusat dan daerah, termasuk Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, serta pendiri Lippo Group Mochtar Riady.
Menteri Maruarar Sirait menyatakan apresiasi atas persiapan proyek selama dua bulan oleh Lippo Group, Danantara Indonesia, dan tim Kementerian PKP.
Ia menegaskan pemerintah telah memastikan kepastian hukum melalui konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Semua langkah dilakukan untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, perbankan, dan pengembang,” kata Menteri Maruarar.
Proyek ini memanfaatkan lahan seluas 30 hektare di Meikarta dengan rencana pembangunan vertikal sekitar 141.000 unit hunian.
Pembangunan vertikal dianggap lebih efisien dibandingkan rumah tapak, yang akan membutuhkan sekitar 1.200 hektare untuk jumlah unit serupa.
Pemerintah juga menyiapkan proyek serupa di Kota Depok dengan potensi 170.000 unit hunian di lahan 45 hektare milik Kementerian Komdigi.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyebut rusun subsidi Meikarta sebagai proyek percontohan karena melibatkan kolaborasi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, serta memiliki dampak ekonomi luas.
“Industri perumahan dapat memberi multiplier effect 1,5–5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sekitar 185 sektor terkait,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan Danantara Indonesia siap mendukung proyek ini.
Pembangunan tahap awal akan dilakukan di lahan 12,8 hektare dengan 18 tower setinggi 32 lantai. Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp14–16 triliun.
Pemerintah berharap proyek ini menjadi model kolaborasi yang efektif untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (*/red)






