Solok, Javanusa—Wali Kota Solok Dr Ramadhani Kirana Putra menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 3 Kota Solok, Senin (9/2/2026).
Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya disiplin, karakter, dan perencanaan karier bagi siswa sejak dini. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa dan majelis guru di halaman sekolah.
Kehadiran Wali Kota sekaligus menjadi momen nostalgia karena ia merupakan alumni SMAN 3 Kota Solok. Ia mengaku bangga bisa kembali ke sekolah tersebut dalam kapasitas sebagai kepala daerah.
Ramadhani menyebut upacara bendera tidak sekadar agenda rutin setiap Senin. Menurut dia, kegiatan itu menjadi sarana latihan kedisiplinan dan pembentukan mental generasi muda.
“Upacara bendera bukan sekadar rutinitas, tetapi latihan kedisiplinan, pembentukan karakter, dan penguatan mental bagi para siswa,” kata Ramadhani.
Ia menambahkan, disiplin harus dimulai dari hal sederhana di sekolah. Mulai dari mematuhi tata tertib, berpakaian rapi, hingga menghormati guru.
Berani Bermimpi dan Pantang Menyerah
Selain disiplin, Wali Kota juga mendorong siswa agar berani memiliki cita-cita besar. Ia meminta pelajar tidak mudah menyerah dalam menghadapi proses belajar.
“Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan pantang menyerah. Harumkan nama sekolah dan Kota Solok lewat prestasi,” ujarnya.
Ia menilai prestasi bisa diraih melalui jalur akademik maupun non-akademik. Karena itu, siswa diminta aktif mengikuti kegiatan sekolah untuk mengasah kemampuan.
Ramadhani memberi perhatian khusus kepada siswa kelas XII yang akan lulus tahun ini. Ia meminta mereka mulai menyusun rencana kuliah atau karier secara matang.
Pilih Jurusan Sesuai Potensi Diri
Menurut dia, pemilihan jurusan tidak boleh hanya ikut-ikutan teman. Siswa perlu mengenali minat dan potensi diri sebelum menentukan langkah.
“Jangan sekadar ikut pilihan teman. Kenali potensi diri dan tentukan arah dengan pertimbangan yang matang,” katanya.
Sementara itu, untuk siswa kelas X dan XI, ia mengingatkan pentingnya membangun nilai diri sejak awal. Disiplin dan rasa hormat kepada guru serta orang tua menjadi fondasi utama.
Di akhir amanatnya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada majelis guru. Ia menilai peran guru sangat besar dalam membentuk perjalanan hidup para siswa.
“Kepada majelis guru yang telah membimbing kami hingga menjadi seperti sekarang, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Ia juga menyebut momen menjadi pembina upacara di almamaternya sebagai mimpi yang akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun. Hal itu disambut tepuk tangan para siswa dan guru yang hadir. (*/red)






