Pemerintah Akselerasi Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Lewat Huntara, BLT dan KUR

Penulis -

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah akselerasi pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar lewat Huntara, BLT dan KUR. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Pemerintah akselerasi pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar lewat Huntara, BLT dan KUR. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Aceh, Javanusa—Masa tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memasuki tahap pemulihan. Pemerintah kini fokus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Pemerintah menjalankan berbagai program strategis secara terintegrasi. Program mencakup penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan sosial pascabencana. Pemerintah juga memperkuat instrumen pembiayaan untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, melakukan kunjungan lapangan. Kunjungan ini bertujuan memastikan efektivitas program pemulihan.

Pemerintah juga mendorong penguatan rantai pasok komoditas unggulan daerah. Ferry menegaskan integrasi distribusi meningkatkan efisiensi logistik antarwilayah.

“Melalui integrasi distribusi ini, hasil panen petani menjangkau pasar lebih luas dengan biaya logistik lebih efisien. Langkah ini menambah nilai bagi petani dan menjaga stabilitas pasokan,” ujar Ferry Irawan.

Panen dan Pengiriman Komoditas ke Pulau Jawa

Kunjungan dimulai dengan panen serta pelepasan pengiriman komoditas. Komoditas berupa kentang dan alpukat dikirim dari Aceh Tengah menuju DKI Jakarta dan Jawa Barat.

PT Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara bekerja sama dalam distribusi. Ferry mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai langkah optimalisasi logistik BUMN.

Rumah Tani Nusantara telah mendistribusikan sekitar 1.200 ton komoditas pertanian. Komoditas mencakup cabai, kentang, durian, dan alpukat ke wilayah Jawa.

Pembangunan Huntara untuk Warga Terdampak

Pemerintah bersama Bupati Bener Meriah meninjau lokasi huntara di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah. Pembangunan dilakukan Kementerian PUPR melalui PT Waskita Karya.

Huntara komunal berjumlah 228 unit hunian modular baja. Fasilitas meliputi MCK, musala, gedung serbaguna, dan area bermain anak.

Bangunan diserahterimakan kepada Pemkab Bener Meriah pada 9 Maret 2026. Bupati menyampaikan apresiasi atas kualitas dan kecepatan pembangunan.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Dorong Pengembangan Peternakan Lewat Kontes Kambing PE Wali Kota Cup 2026
Kondisi Penghuni dan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai

Saat ini, 222 keluarga menempati huntara tersebut. Jumlah penghuni mencapai sekitar 1.400 jiwa. Warga menerima bantuan langsung tunai (BLT) bencana. Bantuan mencakup Rp3.000.000 per keluarga untuk isi hunian.

Selain itu, terdapat stimulus ekonomi Rp5.000.000 per keluarga. Pemerintah juga memberikan jaminan hidup Rp15.000 per jiwa per hari. Penyaluran BLT melalui PT Pos Indonesia mencapai realisasi 99 persen di Bener Meriah.

Dukungan Modal dan Respons Warga

Deputi Ferry Irawan menyampaikan pemerintah memberi stimulus agar warga memulai usaha kembali. Program ini mendapat sambutan positif dari warga terdampak.

Imran, pedagang mie ayam bakso, menyampaikan terima kasih atas bantuan modal kerja. Namun ia berharap akses modal usaha dapat meningkat untuk pengembangan usaha.

Relaksasi Kredit Usaha Rakyat untuk UMKM

Pemerintah memperkuat dukungan UMKM terdampak bencana. Dukungan dilakukan melalui relaksasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Relaksasi mencakup restrukturisasi KUR. Langkah ini meliputi perpanjangan jangka waktu pembiayaan dan suplesi. Pemerintah juga memberikan kemudahan administratif dalam restrukturisasi dan pengajuan KUR.

Selain itu, pemerintah menetapkan suku bunga nol persen pada 2026. Suku bunga menjadi tiga persen pada 2027.

Monitoring Debitur dan Pemulihan Usaha

Pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi bersama pihak terkait. Evaluasi menyasar debitur KUR pascabencana dari PT Bank Syariah Indonesia.

Debitur telah kembali menjalankan usaha secara bertahap. Pemerintah daerah juga menyampaikan harapan penguatan sinergi penyalur KUR.

Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah mendorong percepatan penyaluran KUR. Langkah ini bertujuan menggerakkan ekonomi daerah dan memperluas usaha masyarakat.

Capaian Penyaluran KUR di Aceh

Hingga 30 April 2026, penyaluran KUR di Aceh mencapai Rp1,01 triliun. Aceh Tengah mencatat Rp33,63 miliar.
Bener Meriah mencatat Rp19,79 miliar.

Baca Juga :  Selama Tanggap Darurat Kemenag Salurkan Rp19,3 M untuk Aceh, Fokus Pemulihan Madrasah dan Pesantren

Capaian ini menunjukkan peran strategis KUR dalam pemulihan ekonomi. Program ini menjaga keberlanjutan usaha masyarakat terdampak.

Dorongan Pemerintah untuk Pertumbuhan Usaha

Ferry Irawan menegaskan pemanfaatan KUR harus optimal. Pelaku usaha perlu meningkatkan produktivitas dan skala usaha.

Pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru. Upaya ini diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan dihadiri Satgas Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar bidang PU. Turut hadir PT Pos Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Waskita Karya, PT Askrindo Syariah, BPJS Ketenagakerjaan, dan Rumah Tani Nusantara. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB