Jakarta, Javanusa—Pemerintah akan membagikan alat masak berbasis listrik (AML) rice cooker gratis kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk mendorong penggunaan energi alternatif, yaitu listrik.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan pemerintah mendorong pemanfaatan energi bersih di seluruh sektor.
Di sektor transportasi, pemerintah mendorong pengunaan mobil listrik. Adapun di sektor rumah tangga, pemerintah mencoba mengajak masyarakat memanfaatkan bahan bakar alternatif yakni listrik.
Oleh sebab itu, Pemerintah akan membagikan rice cooker gratis yang direncanakan dieksekusi tahun ini.
Adapun jenis rice cooker gratis yang bakal dibagikan ke masyarakat yakni berkapasitas 1,8 liter sampai dengan 2,2 liter. Dilengkapi stiker bertulis “Hibah Kementerian ESDM dan Tidak untuk Diperjualbelikan” yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dilepas.
Rice cooker berasal dari badan usaha yang berasal dari produk dan potensi dalam negeri yang dibuktikan dengan sertifikat tingkat komponen dalam negeri. Serta memiliki label standar nasional Indonesia (SNI) dan tanda hemat energi.
Selain itu, mengacu pada pasal 3 ayat 1 Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik bagi Rumah Tangga, kriteria warga yang bisa mendapat rice cooker gratis adalah sebagai berikut.
Calon penerima AML merupakan rumah tangga yang berstatus pelanggan PT PLN (Persero) ataupun rumah tangga yang tidak memiliki alat memasak berbasis listrik.
Pelanggan PLN penerima AML adalah hanya rumah tangga dengan golongan daya 450 VA, 900 VA, dan 1.300 VA.
Calon penerima AML diusulkan dan divalidasi oleh kepala desa/lurah setempat atau pejabat yang setingkat.
Pemerintah akan memberikan rice cooker gratis hanya satu kali untuk setiap penerima.
Penerima wajib memelihara dan merawat AML dan penerima tidak boleh memperjualbelikan dan atau memindahtangankan kepada pihak lain, serta melakukan pola pemakaian AML sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.
Program pembagian rice cooker gratis ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan energi alternatif yaitu listrik.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum memiliki alat memasak berbasis listrik. (*)
Sumber Berita : detik.com






