Tangerang, Javanusa—Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pemerintah tidak akan membebankan kenaikan harga avtur kepada jemaah haji.
Kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung Presiden sebagai respons atas dinamika global yang memengaruhi biaya penerbangan.
Pernyataan itu disampaikan Dahnil saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Jumat (10/4/2026) malam.
Menurut Dahnil, gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah mendorong kenaikan harga avtur dunia. Namun pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar dampaknya tidak dirasakan langsung oleh jemaah.
“Sesuai instruksi Presiden, kenaikan harga avtur akibat situasi geopolitik tidak akan dibebankan kepada jemaah haji. Pemerintah akan mencari solusi fiskal dan melakukan penyesuaian agar beban negara tetap terjaga,” kata Dahnil di hadapan peserta Rakernas.
Selain aspek transportasi, pemerintah juga memastikan kesiapan logistik jemaah selama berada di Tanah Suci. Dahnil menyebut kontrak dan ketersediaan kebutuhan pokok telah diamankan untuk beberapa bulan ke depan.
Ia menjelaskan, mitigasi dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan distribusi logistik berjalan lancar. “Stok dan kontrak logistik jemaah aman untuk tiga bulan ke depan, sehingga kebutuhan pokok selama ibadah dapat terpenuhi,” ujarnya.
Pemerintah saat ini terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Stabilitas kawasan dinilai penting untuk menjaga kelancaran seluruh tahapan penyelenggaraan haji, termasuk aspek keamanan dan distribusi layanan.
Penutupan Rakernas ini menjadi tahap akhir koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjelang keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan pada 22 April 2026.
Dahnil juga meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah di pusat dan daerah meningkatkan kesiapan pelayanan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Secara sistem, kesiapan sudah disusun agar jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” katanya. (*/red)






